Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Subsidi Gas Melon Dicabut, DPR : Jangan Sampai Dibohongin Lagi Kayak BPJS
    News

    Subsidi Gas Melon Dicabut, DPR : Jangan Sampai Dibohongin Lagi Kayak BPJS

    January 16, 2020No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Subsidi Gas Melon Dicabut, DPR : Jangan Sampai Dibohongin Lagi Kayak BPJS

    Ratna Juwita

    Jakarta, Jurnas.com – Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKB, Ratna Juwita meminta pemerintah untuk mengkaji kembali rencana pemerintah yang akan mencabut subsidi gas elpiji 3 kg (Gas Melon) pada pertengahan tahun 2020.

    Nantinya, Harga gas melon akan dijual sesuai dengan harga pasar. Jika dihitung harga tabung LPG 12 kg mencapai Rp 139.000, maka perkilogramnya harga gas mencapai Rp 11.583. Dengan angka tersebut, harga tabung LPG 3 kg bisa mencapai Rp 35.000. Ini naik signifikan ketimbang harga saat ini yang berkisar Rp 18.000 sampai Rp 21.000.

    “Perlu dikaji ulang harus ada yang dirumuskan lagi,” kata Ratna di Nusantara I, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (16/01/2019).

    Dengan dicabutnya gas melon, kondisi perekonomian masyarakat yang saat ini sedang susah tentu akan semakin terpuruk. Apalagi, saat ini hampir semua rakyat kecil baik untuk kebutuhan rumah tangga serta usaha kecil menengah (UKM) rata-rata menggunakan gas 3 kg.

    “Jangan sampai rakyat yang sudah susah kondisi ekonominya dipersulit lagi dengan kenaikan harga elpiji (3 KG). Ini kan untuk masyarakat kelas bawah kan,” katanya.

    Baca juga.. :

    • Cabut Subsidi Gas Melon, Demokrat : Pemerintah Gagal Sejahterakan Rakyat
    • ESDM: Tidak Ada Kenaikan Tarif Listrik Non Subsidi
    • 2020, BBM Bersubsidi Disalurkan ke Badan Usaha Tiap Tiga Bulan

    Ratna juga menilai, rencana pemerintah yang akan mencabut subsidi gas Melon kemudian mengalihkan subsidi itu kepada masyarakat secara langsung hanyalah dalih untuk mencabut subsidi.

    “Jangan lah kasus – kasus kelit – kelitan (dalih) model seperti ini ya,” tegas Ratna.

    “Kita harapannya jangan lagi dibohongin lah seperti kasus BPJS ya, teman – teman komisi IX DPR RI juga kemarin kan teriak-teriak masalah itu ya,” sambungnya.

    Untuk diketahui, sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan mencabut subsidi Elpiji 3 kilogram (kg). Subsidi tak lagi diberikan per tabung, melainkan langsung ke penerima manfaat.

    Nantinya, harga jual `gas melon` ini akan disesuaikan dengan harga pasar. Jika benar, diperkirakan harganya bisa mencapai Rp 35.000 per tabung.

    Kebijakan ini ditargetkan pada pertengahan tahun ini. Diharapkan subsidi Elpiji 3 kg bisa lebih tepat sasaran dengan menyasar langsung kepada penerima manfaatnya yaitu masyarakat miskin.

    Namun masyarakat kurang mampu akan tetap mendapatkan harga `spesial`. Pasalnya, mereka akan tetap mendapatkan subsidi yang diberikan langsung dengan cara ditransfer.

    Berdasarkan survei Kementerian ESDM, rata-rata masyarakat miskin menggunakan 2-3 tabung gas Elpiji 3 kg per bulannya. Dengan begitu, nantinya pembelian tabung keempat dan seterusnya oleh masyarakat miskin tak lagi disubsidi.

    “Misalnya dia beli 3 tabung subsidi Rp 100.000 dan bank transfer ke nomor ini (penerima). Nanti bisa dicek rata-rata kebutuhan orang miskin 3 tabung. Kalau beli lebih dari 3 tabung bisa kelihatan berhak atau nggak,” ujar Plt Dirjen Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto di kantornya, Jakarta Selatan, seperti ditulis Rabu (15/1/2020).

    Sedangkan mereka yang tidak berhak mendapatkan subsidi akan membayar sesuai harga pasar sekitar Rp 35.000 per tabungnya. Diperkirakan konsumsi Elpiji 3 kg bisa berkurang karena masyarakat mampu beralih ke tabung yang lebih besar lagi karena harga per kg yang sama.

    TAGS : Subsidi Gas Melon Ratna

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/65811/Subsidi-Gas-Melon-Dicabut-DPR–Jangan-Sampai-Dibohongin-Lagi-Kayak-BPJS/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleKemensos dan Pemprov Jabar Sepakat Pindahkan Penerima Manfaat Wyata Guna
    Next Article Perhatikan, Ini Wajah Tiga Tersangka Klinik Kecantikan Ilegal
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin (Ilustrasi/AI)

    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin

    June 4, 2026
    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri (Instagram)

    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri

    June 2, 2026
    Keunggulan Jasa Import China Terpercaya untuk Bisnis Anda

    Keunggulan Jasa Import China Terpercaya Armocargo untuk Bisnis Anda

    May 25, 2026
    Rano Karno Bakal Pimpin Perayaan Idul Adha di Jakarta (Instagram)

    Rano Karno Bakal Pimpin Perayaan Idul Adha di Jakarta Saat Pramono Naik Haji

    May 22, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.