Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Tekanan Ekonomi Bikin Popularitas Partai Erdogan Melorot
    News

    Tekanan Ekonomi Bikin Popularitas Partai Erdogan Melorot

    July 7, 2020No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Tekanan Ekonomi Bikin Popularitas Partai Erdogan Melorot

    Presiden Turki Tayyip Erdogan (Foto: Gulftoday)

    Ankara, Jurnas.com – Hasil survei yang dilakukan oleh sebuah lembaga independen menyebutkan bahwa Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang dipimpin Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, dinilai telah kehilangan banyak dukungan selama beberapa bulan terakhir.

    Grup riset independen MetroPoll Arastirma melakukan survei setiap bulan dengan melakukan jajak pendapat, “Jika ada pemilihan parlemen Minggu ini, partai politik mana yang akan Anda pilih?”, dan pemilih menjawab akan memilih presiden baru serta 600 anggota parlemen untuk masa jabatan lima tahun pada pemilu 2023 nanti.

    Meski untuk sementara AKP masih memimpin polling dengan selisih hampir enam poin di depan partai oposisi utama Partai Rakyat Republik (CHP), namun AKP telah kehilangan dukungan selama beberapa bulan terakhir.

    Dikutip dari Al-Arabiya pada Selasa (7/7), CHP adalah partai sosial-demokratis dan merupakan partai politik tertua di Turki. Partai ini juga dianggap sebagai oposisi utama di Lembaga Majelis Nasional.

    Dari Januari hingga Maret, partai Erdogan tetap stabil dengan 33,7 persen responden mengatakan mereka akan memilih AKP, tetapi pada Juni lalu dukungan menurun menjadi 30,3 persen. Dalam jajak pendapat Mei, 30,7 persen responden mengatakan mereka akan memilih AKP jika ada pemilihan dilakukan waktu itu.

    Baca juga.. :

    • IRB Ungkap Strategi Licik Erdogan Manfaatkan Kudeta Gagal
    • Presiden Erdogan Kirim Delegasi Bisnis dan Politik
    • Terus Buru Pengikut Gulen, Erdogan Dinilai Sedang Terancam

    MetroPoll Arastirma tidak menyebutkan berapa banyak responden yang mereka gunakan dalam survei ini.

    Hasil survei ini kemungkinan juga dipengaruhi oleh kondisi ekonomi Turki yang telah memburuk selama dua tahun terakhir, dan dinilai menuju ke dalam resesi pada Maret 2019 dengan inflasi yang terus berlanjut.

    Pada pertengahan 2019, pengangguran tercatat sekitar 15 persen, dan penurunan ekonomi mengikis popularitas partai berkuasa.

    AKP memenangkan pemilihan wali kota lokal Maret 2019 secara nasional, tetapi kehilangan tiga kota terbesar di Turki, Istanbul, Ankara, dan Izmir.

    Pada April lalu, sebuah jajak pendapat Reuters memperkirakan ekonomi Turki akan berkontraksi tahun ini untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade, ketika pandemi Covid-19 memangkas produksi hingga pertengahan tahun.

    Sebelum wabah Covid-19, pemerintah memperkirakan ekonomi tumbuh 5 persen tahun ini setelah pulih dari resesi tahun lalu. Namun Turki saat ini memiliki jumlah infeksi Covid-19 tertinggi ke-14 di dunia.

    “Keuangan Ankara melemah sebelum pandemi, tetapi kombinasi utang luar negeri, krisis kesehatan masyarakat, dan seorang presiden yang memilih untuk melindungi reputasinya daripada kemampuan rakyatnya mengantisipasi bencana,” demikian bunyi artikel Kebijakan Luar Negeri yang dilansir Al-Arabiya.

    Turki baru-baru ini juga aktif melibatkan diri dalam perang yang sedang berlangsung di Libya ketika Ankara tengah berupaya untuk mengamankan pasokan gas alam di Mediterania Timur.

    Militer Turki dikerahkan untuk mendukung Pemerintahan Libya (GNA) yang didukung internasional melawan pasukan Khalifa Haftar yang didukung berbagai negara Teluk dan juga Rusia.

    Didukung oleh tentara bayaran Suriah yang dikirim ke Libya oleh Turki, GNA telah mengambil alih sejumlah wilayah dalam beberapa bulan terakhir yang dikuasai Libyan National Army (LNA) pimpinan Jenderal Khalifa Haftar.

    Benghazi tetap menjadi basis LNA, yang didukung oleh parlemen Libya yang berbasis di Tobruk dan negara-negara asing termasuk Mesir, Rusia, Prancis, dan Uni Emirat Arab.

    Dalam jajak pendapat terpisah yang dilakukan oleh kelompok penelitian, 42 persen responden memandang negatif mengambil peran aktif dalam konflik Libya.

    Menindas Oposisi

    Tindakan Erdogan terhadap pengkritiknya juga meningkat pada bulan Juni ketika media pemerintah mengumumkan telah meluncurkan surat perintah penangkapan untuk lebih dari 400 orang, termasuk tentara, dokter, dan guru.

    Erdogan menuduh pengkritiknya berafiliasi dengan gerakan keagamaan yang dipimpin oleh Fethullah Gulen, seorang pengkhotbah Muslim Turki yang tinggal di Amerika Serikat yang juga dipersalahkan atas upaya kudeta 2016.

    “Undang-undang Anti-terorisme di Turki tidak jelas dan banyak disalahgunakan dalam kasus-kasus palsu terhadap jurnalis,” menurut Amnesty International.

    Lebih dari 319 wartawan telah ditangkap di Turki sejak 2016, dengan 189 outlet media ditutup, menurut Turkey Purge, sebuah situs web yang dijalankan oleh wartawan Turki yang mendokumentasikan penangkapan di negara itu.

    TAGS : Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan Tekanan Ekonomi

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/75037/Tekanan-Ekonomi-Bikin-Popularitas-Partai-Erdogan-Melorot/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleBunda, Ini Tips Jadi Guru yang Baik untuk Anak di Rumah
    Next Article Ribka, Okky, dan Reza Korban Stigma, Pakar: Kita Tak Menganut Dosa Turunan
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang (Ilustrasi)

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang

    June 5, 2026
    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    June 4, 2026
    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin (Ilustrasi/AI)

    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin

    June 4, 2026
    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri (Instagram)

    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri

    June 2, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.