Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Komisi VI DPR: Pemerintah Harus Miliki Perencanaan Matang Bangkitkan Komoditi Gula
    News

    Komisi VI DPR: Pemerintah Harus Miliki Perencanaan Matang Bangkitkan Komoditi Gula

    July 27, 2020No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Komisi VI DPR: Pemerintah Harus Miliki Perencanaan Matang Bangkitkan Komoditi Gula

    Anggota Komisi VI DPR, Nusron Wahid

    Jakarta, Jurnas.com – Anggota Komisi VI DPR RI Nusron Wahid mendorong pemerintah mempunyai target ketahanan pangan terutama di bidang komoditi gula.

    Menurutnya, secara historis Indonesia pada jaman Belanda menjadi salah satu penghasil dan eksportir gula terbesar di dunia.

    “Tapi sejak Indonesia merdeka malah jadi importir gula terbesar. Impor gula kita saat ini mencapai 4,2 juta ton pertahun dari kebutuhan sekitar 6,3 juta ton,” kata Nusron, saat mengikuti kunjungan kerja Komisi VI DPR RI ke Jawa Tengah beberapa waktu lalu.

    Politisi Fraksi Partai Golkar ini menambahkan, 3,3 juta ton adalah gula konsumsi langsung masyarakat, sisanya 3 juta ton adalah untuk gula industri makanan dan minuman. Dalam konteks ketahanan pangan nasional maka impor yang terlalu besar itu sangat berbahaya.

    Ia menekankan, negara boleh impor, namun tidak terlalu banyak. Jika keberlanjutan pasokan bergantung pada dunia luar dan kemudian terjadi sesuatu semisal perang atau pandemi Covid-19 seperti ini, masing-masing negara itu mengutamakan nasional security-nya. Pada akhirnya meskipun negara punya uang namun komoditas yang akan dibeli tidak tersedia.

    Baca juga.. :

    • Anggota DPR Dorong Riset Farmasi Berbasis Kearifan Lokal
    • Anggota DPR: Proses KBM Saat Pandemi Covid-19 Harus Dievaluasi
    • Komisi X DPR Dorong Tranparansi dan Evaluasi POP Kemendikbud

    “Dari sisi ekonomi, praktek impor akan menggerus cadangan devisa negara, kita ingin surplus transaksi berjalan dan perdagangan di non migas, tapi pada sisi lain malah hobinya melakukan impor dan tidak melakukan penataan di hulu maupun dalam negerinya. Menurut saya soal impor gula ini sudah lampu merah,” tandas Nusron.

    Dari sisi on farm dan off farm harus terpadu, dimana pada penanaman tebu oleh petani harus meningkat melalui upaya intensifikasi dan ekstensifikasi lahannya. Mulai dari irigasi, budidaya bibit tebu yang baik sehingga menghasilkan tebu yang maksimal. Pada sisi off farm pabriknya harus ditingkatkan, rendemennya harus diperbaiki.

    “Petani juga berfikir jika lahannya ditanami tebu yang masa panennya setahun sekali, berapa yang dihasilkan. Sebaliknya jika ditanami jagung bisa panen setahun tiga kali berapa pula hasilnya. Jika komoditas yang lain lebih menghasilkan, maka petani akan beralih tapi jika sama hasilnya maka petani akan memilih tebu karena lebih mudah perawatannya lebih mudah ketimbang tanaman lainnya,” jelasnya.

    Soal impor gula yang menyebabkan harga tebu di petani anjlok, Nusron beranggapan itu akibat ketidakdisiplinan pemerintah terutama menteri perdagangan yang kurang memahami masa panen tebu petani. Komoditas yang tergantung pada cuaca atau musim tanam maka ketika musim panen pemerintah jangan lakukan impor, tapi ketika paceklik bolehlah impor.

    Nusron berpendapat, pemerintah perlu menjaga keseimbangan pasar (market), saat paceklik impor untuk menjaga stabilitas harga. Lalu saat panen, pemerintah perlu menahan agar tidak impor, dengan harapan komoditi petani terserap ke pasar dengan harga yang pantas sehingga rantai suplai dan demand selalu terjaga.

    TAGS : Warta DPR Komisi VI DPR Komoditi Gula

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/76070/Komisi-VI-DPR-Pemerintah-Harus-Miliki-Perencanaan-Matang-Bangkitkan-Komoditi-Gula/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleJawab Kebutuhan Bekerja dan Belajar dari Rumah, Operator Hadirkan Paket Khusus
    Next Article Makin Panas, China Ambil Alih Gedung Konsulat AS di Chengdu
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang (Ilustrasi)

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang

    June 5, 2026
    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    June 4, 2026
    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin (Ilustrasi/AI)

    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin

    June 4, 2026
    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri (Instagram)

    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri

    June 2, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.