Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Ekonomi Mulai Membaik, Neraca Dagang Catat Surplus
    Ekonomi

    Ekonomi Mulai Membaik, Neraca Dagang Catat Surplus

    August 22, 2020No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Ekonomi Mulai Membaik, Neraca Dagang Catat Surplus 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Kinerja perdagangan RI berangsur membaik. Selama tiga bulan beruntun, tepatnya sejak Mei 2020, neraca dagang mencatatkan surplus.

    Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengapresiasi kinerja positif tersebut. Sebab, capaian itu terjadi di masa pandemi.

    ”Hal lain yang lebih menggembirakan, surplus perdagangan pada Juli 2020 merupakan yang tertinggi sejak 9 tahun lalu atau tepatnya Agustus 2011,” ujarnya di Jakarta Kamis (20/8).

    Pada Juli 2020, nilai ekspor mencapai USD 13,72 miliar. Lebih tinggi jika dibandingkan dengan nilai impor sebesar USD 10,46 miliar. Hal itu mengakibatkan surplus neraca perdagangan sebesar USD 3,26 miliar. Sedangkan pada Agustus 2011, tercatat surplus USD 3,76 miliar.

    Surplus pada Juli 2020 terutama dipengaruhi oleh membaiknya kinerja ekspor, khususnya ekspor nonmigas, dan menurunnya permintaan impor barang konsumsi. ”Artinya, komoditas utama ekspor Indonesia masih berdaya saing tinggi di tengah penurunan permintaan global sebagai dampak pandemi Covid-19. Sesuatu yang sangat positif mengingat saat ini Indonesia sedang membutuhkan sektor-sektor pengungkit agar pertumbuhan ekonomi di kuartal III 2020 bisa lebih baik dibandingkan kuartal II 2020,’’ urai Airlangga.

    Baca juga: Semringah, Airlangga Sebut Surplus Perdagangan Juli Tertinggi 9 Tahun

    Di sisi lain, menurunnya impor barang konsumsi memang lebih besar daripada impor bahan baku/penolong. Total nilai impor pada Juli 2020 senilai USD 10,47 miliar. Dengan pangsa barang konsumsi 10,63 persen, barang modal 18,79 persen, dan bahan baku/penolong 70,58 persen dari total impor Juli 2020.

    Impor barang konsumsi mengalami penurunan permintaan sebesar -21,01 persen (mtm) menjadi USD 1,11 miliar. Salah satunya disebabkan keberhasilan program peningkatan konsumsi barang produksi dalam negeri di tengah penurunan permintaan domestik akibat pandemi. ”Penurunan impor bahan baku/penolong juga diharapkan memberikan peluang bagi industri atau pelaku usaha dalam negeri untuk mampu memasoknya, sekaligus mengambil alih pangsa impor. Khususnya di masa-masa penuh tantangan saat ini,’’ jelas Airlangga.

    Surplus yang terjadi pada neraca perdagangan April sampai Juni 2020 juga telah mendorong penurunan defisit transaksi berjalan RI. BI mencatat, pada triwulan II 2020 defisit transaksi berjalan tercatat USD 2,9 miliar (1,2 persen dari produk domestik bruto/PDB), lebih rendah dari defisit pada triwulan sebelumnya yang sebesar USD 3,7 miliar (1,4 persen dari PDB).

    ”Itu cukup tinggi untuk menopang ketahanan sektor eksternal Indonesia. Jadi, saya optimistis momentum perbaikan kinerja eksternal ini dapat dipertahankan, bahkan ditingkatkan, sehingga perekonomian Indonesia dapat tumbuh positif sampai akhir 2020,” katanya.

    Baca juga: Waspada Surplus Semu Neraca Dagang

    Secara terpisah, ekonom Indef Bhima Yudhistira memandang, meski neraca perdagangan surplus, itu bukan menjadi indikasi ekonomi membaik. Justru, harus diwaspadai sebagai tekanan ekonomi. ”Perlu mewaspadai adanya penurunan tajam pada impor, khususnya impor bahan baku dan impor barang konsumsi,” jelasnya kepada Jawa Pos.

    Bhima menyebutkan, impor bahan baku turun 2,5 persen dan impor barang konsumsi secara bulanan minus 21 persen dari Juli dibandingkan Juni. ”Indikasi industri manufaktur sedang menahan ekspansi dan daya beli masyarakat lesu. Jadi, bukan kabar baik, melainkan indikasi tekanan ekonomi,” katanya.

     

    Saksikan video menarik berikut ini:


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleKenali Gejala GERD atau Asam Lambung
    Next Article Sukseskan PEN, Bank BPD Bali Salurkan KUR Ratusan Miliar Rupiah
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan? Ini Kata Ulama
    • Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya
    • Cara Dapat Saldo Gratis dari Ajaib, Simak Caranya
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.