Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Antisipasi Resesi, Anggaran Pemulihan Ekonomi Baru Terserap Seperempat
    Ekonomi

    Antisipasi Resesi, Anggaran Pemulihan Ekonomi Baru Terserap Seperempat

    August 25, 2020No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Antisipasi Resesi, Anggaran Pemulihan Ekonomi Baru Terserap Seperempat 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Dorongan penggunaan anggaran besar-besaran di kuartal III 2020 sebagai antisipasi ancaman resesi tidak lantas membuat penyerapannya naik signifikan. Per bulan ini, baru seperempat dari total anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN) Rp 690 triliun yang mampu terserap.

    Menko Perekonomian Airlangga Hartarto setelah ratas evaluasi penanganan Covid-19 menyebutkan, serapan 25 persen itu adalah tren yang baik. ’’Dibandingkan semester I yang kemarin sebesar Rp 124,6 triliun itu per Agustus naik menjadi Rp 173,98 triliun,’’ katanya di kantor presiden kemarin (24/8).

    Agar perekonomian Indonesia masuk di jalur positif, kata dia, penyerapan anggaran terus digencarkan. Baik program kementerian/lembaga maupun yang khusus PEN. Pihaknya sudah menyampaikan ke kementerian agar anggaran yang tidak terserap dialihkan pada program yang mendukung produktivitas.

    Baca juga: Apa Yang Terjadi bila Resesi?

    Salah satu yang akan terus didorong adalah bantuan langsung tunai. Misalnya, bantuan presiden (banpres) produktif untuk usaha mikro dan kecil (UMK) maupun bantuan subsidi upah bagi karyawan peserta BPJamsostek dengan gaji di bawah Rp 5 juta.

    Di luar itu, ada harapan dari bursa saham. ’’Perusahaan-perusahaan di bursa itu 36 persen membukukan profitabilitas lebih baik dari tahun lalu,’’ ungkap Airlangga. Sejumlah sektor seperti keuangan, telekomunikasi, pertanian, dan perkebunan masih berada di jalur positif. Didukung harga komoditas yang semakin baik.

    Untuk banpres produktif UMK, sebagaimana diberitakan sebelumnya, nilainya sama seperti bantuan subsidi upah. Total Rp 2,4 juta. Bedanya, banpres produktif diberikan satu kali. Kemarin pemberian banpres produktif itu diresmikan Presiden Joko Widodo di istana negara.

    Baca juga: Antisipasi Ancaman Resesi, Kuncinya Kendalikan Pandemi

    Menurut presiden, banpres tersebut merupakan tambahan modal kerja bagi usaha mikro dan kecil. ’’Perlu saya sampaikan, ini adalah hibah, bukan pinjaman, bukan kredit,’’ ujarnya kepada sejumlah pelaku UMK yang hadir di istana maupun yang mengikuti secara virtual. Dia berharap banpres benar-benar digunakan untuk menambah modal demi membesarkan usaha yang dijalankan.

    Kemarin hibah tersebut langsung diberikan kepada 1 juta pelaku UMK. ’’Kita harapkan nanti di akhir Agustus dibagi kepada 4,5 juta usaha mikro kecil,’’ lanjut presiden. Selebihnya, disalurkan sampai akhir September dengan total 12 juta penerima manfaat. Dananya langsung ditransfer ke rekening masing-masing pelaku usaha.

    Dalam kesempatan tersebut, presiden memotivasi para pelaku usaha. Dia meyakinkan bahwa kondisi sepinya dagangan saat ini hanya sementara. Setelah vaksin ditemukan dan kondisi kembali normal, sektor usaha bisa kembali normal.

    Di sisi lain, per Juli, penerimaan pajak tidak lagi tumbuh ke atas, tetapi mendatar. ’’Ini menunjukkan daya beli masyarakat sudah mentok lagi,’’ tutur mantan gubernur DKI Jakarta itu. Kendalanya berbagai macam. Misalnya, restoran yang hanya bisa buka 50 persen. Begitu pula kunjungan ke tempat wisata maupun okupansi hotel belum bisa tinggi.

    Baca juga: Ancaman Resesi Indonesia, Pertaruhan 1,5 Bulan Terakhir Kuartal III

    Karena itu, presiden meminta Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan berupaya lebih keras memasukkan investasi ke Indonesia. ’’Jangan sampai investasi tumbuhnya minus di atas 5 persen,’’ tambahnya. Bila memang di kuartal III belum bisa positif, setidaknya jangan sampai di atas -5 persen. Itu akan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi di samping konsumsi masyarakat yang sedang diupayakan lewat berbagai bantuan.

     

    Saksikan video menarik berikut ini:

     


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleBali Lakukan Penataan, Agar “Kue” Pariwisata Dinikmati Seluruh Masyarakat Lokal
    Next Article Asuransi kendaraan diprediksi tumbuh pada semester dua tahun 2020
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan? Ini Kata Ulama
    • Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya
    • Cara Dapat Saldo Gratis dari Ajaib, Simak Caranya
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.