Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»1,6 Juta Norek Ditake-down dari Subsidi Upah
    Ekonomi

    1,6 Juta Norek Ditake-down dari Subsidi Upah

    September 9, 2020No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    1,6 Juta Norek Ditake-down dari Subsidi Upah 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – BPJamsostek terus melakukan validasi data calon penerima bantuan subsidi upah (BSU). Dari 14,5 juta data yang sudah masuk hingga kemarin (8/9) pagi, ada 1,6 juta nomor rekening (norek) yang bakal dihapus dari list penerima.

    Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama (Dirut) BPJamsostek Agus Susanto dalam temu media secara virtual, Selasa (8/9). Agus menjabarkan, seluruh data yang masuk telah melalui proses validasi berlapis. Pertama, dari 14,5 juta norek, dilakukan validasi secara otomatis oleh sistem dengan pihak perbankan. Sudah 14,3 juta yang divalidasi, sisanya masih berproses. ”Ada 19 ribu yang tidak valid. Kita kembalikan ke pemberi kerja untuk dikoreksi,” ujarnya.

    Dari 14,3 juta tersebut, kemudian divalidasi kembali dengan kriteria penerima BSU yang ada di Permenaker 14/2020. Seperti, merupakan WNI, terdaftar peserta BPJamsostek aktif, kepesertaan sampai 30 Juni 2020, upah terakhir dibawa Rp 5 juta, dan memiliki rekening bank aktif.

    Melalui proses ini, tersaring 12,5 juta data yang valid dan 1,6 juta yang tidak valid. Sayangnya, 1,6 juta tersebut tidak bisa diteruskan untuk proses koreksi atau perbaikan ke perusahaan ataupun pekerja. Artinya, mereka tidak akan menerima dana bantuan sebesar Rp 600 ribu per bulan untuk jangka waktu empat bulan tersebut. ”Karena tidak sesuai dengan permenaker,” tegasnya.

    Dia mernci, dari 1,6 juta data tidak valid tersebut sekitar 62 persen memiliki upah diatas Rp 5 juta. Padahal, ketentuan upah penerima BSU dibawah Rp 5 juta. Kemudian, ada pula yang kepesertaannya baru didaftarkan. Sekitar 38 persen.

    Terkait penyetoran data di luar kriteria ini, Agus menduga, sebagian perusahaan sengaja mengirim semua nama karyawannya karena sulit memilah mana karyawan yang didaftarkan sebelum Juni dan setelahnya. ”Sehingga dikirim semuanya gelondongan gitu. Dan ini terfilter melalui sistem kita,” paparnya.

    Agus melanjutkan, untuk 12,5 juta data yang valid kemudian menjalani proses validasi kembali untuk ketunggalan nomor rekening. Tahap ini memastikan rekening tersebut hanya satu peserta dan nama pemilik sama dengan nama di kepesertaan BPJamsostek. Terdata, 11, 7 juta valid dan 790 ribu yang dikembalikan ke perusahaan untuk diperbaiki.

    ”11,7 juta ini yang siap ditransfer dananya,” paparnya. Dari angka ini, sudah diserahkan sekitar 5,5 juta norek ke Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) untuk penyaluran batch pertama dan kedua. ”Dan hari ini (kemarin, red) kembali kita serahkan untuk gelombang ketiga sebanyak 3,5 juta. Total norek yang kita serahkan 9 juta untuk diproses transfer,” sambung Agus.

    Diakuinya, penyerahan data ini memang sengaja dilakukan secara bertahap karena prinsip kehati-hatian. Selain itu, pengawasan terhadap penyaluran dapat dilaksanakan lebih maksimal.

    Dalam kesempatan itu, Agus turut menyinggung soal sms blast yang telah dilakukan oleh pihaknya. Pengiriman pesan singkat ini, kata dia, merupakan notifikasi BSU untuk pekerja yang berhak menerima banntuan. Namun, pekerja sudah tidak aktif saat ini karena kepesertaannya dinonaktifkan.

    ”Tapi per 30 Juni masih tercapture oleh kami. Sehingga masih berhak menerima,” jelasnya. Nah, bagi para penerima sms tersebut, Agus menghimbau agar pekerja mau membuka link unik yang dikirimkan. Kemudian, melakukan konfirmasi data. ”Tinggal masukkan keynya berupa NIK,” katanya.

    Pada kesempatan yang sama, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengungkapkan, bahwa nantinya sebelum dicairkan, data batch ketiga ini bakal dicek ulang terlebih dahulu oleh pihaknya. Setelahnya, baru diserahkan ke KPPN untuk kemudian dana diserahkan ke bank himbara.

    ”Mekanisme penyaluran masih sama seperti batch sebelumnya. Ini demi kehati-hatian dan yang jadi concern semua pihak, tepat sasaran,” ungkapnya.

    Mengenai penyaluran batch sebelumnya, Ida mengatakan, bahwa saat ini sedang berproses. Untuk batch pertama, sudah mencapai angka 92 persen. Sementara, batch kedua 46,2 persen.

    Editor : Bintang Pradewo

    Reporter : Zalzilatul Hikmia


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleJakob Oetama Berpulang | BALIPOST.com
    Next Article Menkeu Ibaratkan Kesehatan dan Ekonomi itu Rem dan Gas, Harus Seimbang
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Starbucks Jadi Perbincangan Gegara Promosi yang Bikin Orang Kesal
    • Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan? Ini Kata Ulama
    • Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.