Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Bali Mandiri Energi, Tuntaskan Rasio Elektrifikasi dan Optimalisasi EBT
    Ekonomi

    Bali Mandiri Energi, Tuntaskan Rasio Elektrifikasi dan Optimalisasi EBT

    September 30, 2020No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Bali Mandiri Energi, Tuntaskan Rasio Elektrifikasi dan Optimalisasi EBT 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Bali Mandiri Energi, Tuntaskan Rasio Elektrifikasi dan Optimalisasi EBT 2
    Diah Werdhi Srikandi. (BP/rin)

    DENPASAR, BALIPOST.com – Kemandirian energi dan ketahanan energi di Bali menjadi salah satu isu penting dalam Perda Nomor 9 Tahun 2020 tentang Rencana Umum Energi Daerah (RUED) Provinsi Bali Tahun 2020-2050. Bicara kemandirian energi, tidak lain adalah terjaminnya ketersediaan energi dengan memanfaatkan semaksimal mungkin potensi dari sumber daya dalam negeri.

    Di antaranya menyangkut rasio elektrifikasi dan optimalisasi pengembangan energi energi baru terbarukan (EBT). ‘’Tahun 2017 kondisi kelistrikan di Bali sempat belum merata. Meskipun kemudian sudah dideklarasikan oleh PLN Distribusi Bali pada saat Hari Listrik Nasional, Oktober 2018 lalu, bahwa rasio elektrifikasi sudah 100 persen teraliri oleh listrik,’’ ujar Ketua Komisi III DPRD Bali IGA Diah Werdhi Srikandi, Selasa (29/9) kemarin.

    Dengan kata lain, lanjut Diah Werdhi, rasio elektrifikasi di Provinsi Bali sudah mencapai 100 persen pada 2018 lalu. Namun tentunya akan ada dinamika dan fluktuasi bilamana ada keluarga-keluarga baru yang menempati rumah atau hunian baru.

    Terlebih, lokasinya jauh dari jaringan listrik PLN. Pasalnya, infrastruktur ketenagalistrikan masih belum mencakup seluruh wilayah Bali. Antara lain disebabkan oleh kondisi geografis dan demografis Pulau Bali yang sebagian terdiri dari pegunungan dan pesisir. ‘’Terutama aksesibilitas menuju ke lokasi belum bisa dijangkau oleh kendaraan roda empat,’’ ujar politisi PDI-P asal Jembrana ini.

    Diah Werdhi menambahkan, jangan sampai di akhir perencanaan RUED-P ini 30 tahun kemudian, masih ada daerah dan wilayah di Bali yang belum terjangkau oleh listrik secara mamadai. ‘’Hendaknya kita berkomitmen bersama-sama,’’ tegasnya.

    Selain itu, lanjut Diah Werdhi, kemandirian energi tidak hanya soal menuntaskan rasio elektrifikasi, tetapi juga melakukan optimalisasi pengembangan EBT. Selama ini pengembangan EBT utamanya masih terkendala dengan kultural, sehingga belum dapat mengurangi ketergantungan Bali dengan energi fosil.

    Di sisi lain, pihaknya mengakui pengadaan sistem pembangkit EBT dalam jangka pendek masih relatif lebih mahal daripada pembangkit fosil. ‘’Namun perlu menjadi pertimbangan dalam jangka panjang dan konteks pembangunan berwawasan lingkungan yang berkelanjutan,’’ jelasnya.

    Menurut Diah Werdhi, arah kebijakan Pemprov Bali yang akan mengupayakan pasokan listrik dan sumber energi lainnya dipenuhi dari pembangkit yang ada di Bali secara mandiri, atau Bali Mandiri Energi, sudah tepat. Sedangkan pasokan listrik dari Pulau Jawa melalui grid Jamali atau Jawa-Bali Connection (JBC) hanya berfungsi sebagai cadangan bersama (reserve sharing) untuk sistem di Jawa dan sistem di Bali. ‘’Kami juga mengapresiasi terbitnya Pergub Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih dalam mengelola energi bersih di Bali,’’ tambahnya.

    Sementara menyangkut ketahanan energi, Diah Werdhi menyebut sebagai suatu kondisi terjaminnya ketersediaan energi, akses masyarakat terhadap energi pada harga yang terjangkau dalam jangka panjang dengan tetap memperhatikan perlindungan terhadap lingkungan hidup.

    Dalam tren lima tahunan, penggunaan sumber energi listrik di Bali lebih besar bagi kepentingan produktif daripada konsumtif. Walaupun berarti positif, namun pemerintah juga mesti berhati-hati. ‘’Karena itu juga bisa berarti, subsidi, subsidi silang, atau insentif-disinsentif yang akan diberikan juga lebih banyak dinikmati pada bidang komersial daripada untuk masyarakat secara umum,’’ terangnya. (Rindra Devita/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleAYRO dan Karma jalin kerja sama produksi 20.000 kendaraan listrik
    Next Article PUPR Mulai Tawarkan Proyek Tol Gilimanuk-Mengwi, Segini Nilai Investasinya
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Starbucks Jadi Perbincangan Gegara Promosi yang Bikin Orang Kesal
    • Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan? Ini Kata Ulama
    • Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.