Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Bagaimana Ekonomi Mau Pulih Jika Si Kaya Pilih Timbun Harta di Bank?
    Ekonomi

    Bagaimana Ekonomi Mau Pulih Jika Si Kaya Pilih Timbun Harta di Bank?

    October 13, 2020No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Bagaimana Ekonomi Mau Pulih Jika Si Kaya Pilih Timbun Harta di Bank? 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Bencana wabah Covid-19 menimbulkan ketidakpastian ekonomi dunia hingga perputaran roda perekonomian tersendat. Kaum menengah atas pun enggan merogoh kantongnya untuk berbelanja dan memilih menanam hartanya di bank dan aset investasi lainnya.

    Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan, jumlah dana pihak ketiga (DPK) di perbankan semakin menggunung, sementara pertumbuhan kredit sangat landai. Artinya, ada ketidakseimbangan dalam data perbankan nasional saat ini.

    “Data penabung meningkat pesat. Kalau hitungan kami secara industri, DPK tahun ini bisa tumbuh di atas 8 persen, padahal kredit maksimal (tumbuhnya) hanya 1,5 persen,” ujarnya dalam webinar Bincang APBN 2021 secara virtual, Selasa (13/10).

    Menurutnya, peningkatan DPK tersebut lantaran jumlah tabungan dari nasabah terus meningkat. Khususnya nasabah kalangan menengah ke atas. Tabungan di atas Rp 5 miliar hingga hari ini sudah naik menjadi Rp 373 triliun. Angka itu meningkat lebih dari 3 kali lipat dari tahun lalu

    “Jadi, kalau dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu hanya Rp 115 triliun. Kalau dibandingkan full 2018 dan 2019 itu hanya Rp 130 dan Rp 162 triliun,” tuturnya.

    Andry memaparkan, nasabah yang menabung di atas Rp 5 miliar itu berasal dari kategori nasabah institusi dan individu. Bahkan sepanjang Agustus jumlah penabung kategori itu meningkat Rp 149 triliun.

    Dengan demikian, hal tersebut mengindikasikan bahwa masyarakat menengah ke atas saat ini lebih memilih untuk menyimpan uangnya ketimbang membelanjakan. Padahal jika masyarakat menengah atas ragu untuk berbelanja, maka roda ekonomi sulit berputar. Hasilnya, masyarakat di kalangan menengah ke bawah semakin terpuruk.

    Editor : Estu Suryowati

    Reporter : Romys Binekasri


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleTambahan Kasus Sembuh Nasional Capai Rekor Baru, Di Atas 4.700
    Next Article Proaktif Bantu Penanganan Covid-19, bank bjb Diganjar Penghargaan BNPB
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Starbucks Jadi Perbincangan Gegara Promosi yang Bikin Orang Kesal
    • Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan? Ini Kata Ulama
    • Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.