Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Sri Mulyani Sebut Lembaga Internasional Respons Positif UU Cipta Kerja
    Ekonomi

    Sri Mulyani Sebut Lembaga Internasional Respons Positif UU Cipta Kerja

    October 19, 2020No Comments1 Min Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Sri Mulyani Sebut Lembaga Internasional Respons Positif UU Cipta Kerja 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Undang-Undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja telah disahkan secara resmi oleh Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada 5 Oktober 2020 lalu. Lahirnya UU sapu jagat tersebut memicu perdebatan dan kontra di masyarakat.

    Namun, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memaparkan, ada pandangan berbeda dari lembaga internasional terhadap regulasi tersebut. Menurutnya, lembaga internasional justru merespons positif karena melihat adanya harapan untuk memperkuat ekonomi RI.

    “Mereka melihat suatu harapan yang positif untuk recover dan perkuat ekonomi secara sustainability tanpa mengandalkan pada kebijakan fiskal dan moneter,” ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Senin (19/10).

    Lembaga pemeringkat Moody’s memandang, Omnibus Law Cipta Kerja menjadi daya tarik untuk iklim investasi jangka panjang. Kemudian Fitch Ratings juga menyebut UU tersebut dapat berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

    “Fitch menyampaikan berdampak positif terhadap iklim usaha, ini akan berdampak ke pertumbuhan ekonomi Indonesia jangka panjang,” imbuhnya.

    Selanjutnya, Asian Development Bank (ADB) juga memandang positif pada Omnibus Law Cipta Kerja yang dinilai dapat menciptakan lapangan kerja dan mendukung pemulihan ekonomi Indonesia.

    Menurutnya, hal ini merupakan sinyal pemulihan ekonomi akibat pukulan Covid-19. Pemulihan tidak selalu mengandalkan kebijakan secara makro, tapi kerja keras dari strukturalnya bisa juga menjadi solusi.

    Saksikan video menarik berikut ini:

    Editor : Mohamad Nur Asikin

    Reporter : Romys Binekasri


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePutra Amien Rais Kondisinya Semakin Membaik, Dipindah di RS Bintaro
    Next Article Hingga 31 September, Realisasi Pendapatan Negara Tercapai 68 Persen dari Target
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Starbucks Jadi Perbincangan Gegara Promosi yang Bikin Orang Kesal
    • Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan? Ini Kata Ulama
    • Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.