Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Tren Deflasi Terhenti, tapi Daya Beli Masyarakat Masih Lemah
    Ekonomi

    Tren Deflasi Terhenti, tapi Daya Beli Masyarakat Masih Lemah

    November 3, 2020No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Tren Deflasi Terhenti, tapi Daya Beli Masyarakat Masih Lemah 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Secara nasional, tren deflasi berakhir. Sebelumnya, indeks harga konsumen (IHK) mencatat deflasi sejak Juli hingga September. Senin (2/11) Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan IHK Oktober yang mencatatkan inflasi sebesar 0,07 persen.

    “Harga berbagai komoditas pada Oktober tahun ini secara umum menunjukkan adanya kenaikan berdasar hasil pemantauan BTS di 90 kota. Pada Oktober 2020 ini terjadi inflasi sebesar 0,07 persen,” ujar Kepala BPS Suhariyanto, Senin.

    Dia menggarisbawahi bahwa meski tren deflasi berturut-turut berakhir pada Oktober, daya beli belum pulih. Sebab, inflasi inti masih rendah. Inflasi inti Oktober mencapai 0,04 persen dengan sumbangan ke inflasi 0,03 persen.

    Inflasi inti Oktober lebih rendah daripada bulan sebelumnya. Yakni, 0,13 persen. “Secara umum, inflasi inti ini menunjukkan bahwa daya beli memang belum pulih” imbuh Suhariyanto.

    Dia melanjutkan, ada penurunan daya beli sekitar 40 persen kelompok masyarakat dengan pendapatan rendah. Inflasi inti biasanya digunakan sebagai indikator daya beli. “Tapi, behavior masyarakat agak berbeda. Sebanyak 40 persen ke bawah karena terdampak Covid-19, banyak yang dirumahkan dan mengalami penurunan upah,” jelasnya.

    Dia menduga kelompok masyarakat menengah ke atas hingga kini masih menahan konsumsi. Namun, hal itu nanti terjawab saat rilis PDB Indonesia kuartal III/2020 pada 5 November.

    Secara umum, inflasi Oktober disumbang kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi 0,29 persen dengan andil 0,07 persen. Di dalam kelompok itu, dua komoditas, yaitu bawang merah dan cabai merah, jadi penyumbang terbesar akibat dampak cuaca buruk.

    Terpisah, Kepala Ekonom Bank Danamon Wisnu Wardhana memproyeksikan penurunan inflasi inti terus berlanjut pada bulan-bulan ke depan. Penurunan itu dipengaruhi lambatnya distribusi vaksin yang akan berdampak pada kepercayaan konsumen dan masih akan menekan daya beli masyarakat.

    “Kami melihat inflasi inti mungkin terus turun karena lambatnya distribusi vaksin, yang dapat menghambat kepercayaan konsumen dan meningkatkan ketidakpastian,” jelasnya.

    Sementara itu, Jawa Timur (Jatim) masih mencatatkan deflasi pada Oktober sebesar 0,02 persen. Penyebabnya adalah penurunan harga.

    Kepala BPS Jatim Dadang Hardiwan mengatakan, penurunan harga ditunjukkan turunnya sebagian indeks kelompok pengeluaran. Yakni, kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,17 persen; perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,06 persen; dan transportasi 0,21 persen.

    Sementara itu, kelompok yang mengalami inflasi adalah pakaian dan alas kaki sebesar 0,10 persen; kesehatan 0,50 persen; rekreasi, olahraga, dan budaya 0,52 persen; pendidikan 0,04 persen; serta penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,45 persen. Kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga tidak mengalami perubahan.

    “Beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga, antara lain, angkutan udara, mangga, emas perhiasan, apel, semangka, tarif listrik, alpukat, daging sapi, daging ayam ras, dan wortel,” sebutnya.

    PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN (IHK)

    Januari: 0,39 persen

    Februari: 0,28 persen

    Maret: 0,10 persen

    April: 0,08 persen

    Mei: 0,07 persen

    Juni: 0,18 persen

    Juli: minus 0,10 persen

    Agustus: minus 0,05 persen

    September: minus 0,05 persen

    Oktober: 0,07 persen

    Sumber: BPS

     

    Editor : Estu Suryowati

    Reporter : (dee/res/c7/hep)


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleBergaya Ala Madonna, Jennifer Lopez Pakai Rok Tutu dan Bustier Putih
    Next Article DPR Dukung Erick Thohir Prioritaskan Vaksin Merah Putih 
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Starbucks Jadi Perbincangan Gegara Promosi yang Bikin Orang Kesal
    • Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan? Ini Kata Ulama
    • Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.