Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Kalangan Akademisi Tekankan Pentingnya Pembangunan Karakter Maritim
    News

    Kalangan Akademisi Tekankan Pentingnya Pembangunan Karakter Maritim

    November 14, 2020No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Kalangan Akademisi Tekankan Pentingnya Pembangunan Karakter Maritim 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Aspek pertahanan negara dinilai menjadi sektor utama dalam menentukan kedigdayaan suatu bangsa di mata dunia. Sejumlah mahasiswa doktoral Universitas Pertahanan (Unhan) menilai perlunya mengevaluasi secara terus-menerus pertahanan negara dari berbagai aspek. Sebab, ancaman terhadap kedaulatan sebuah negara, termasuk Indonesia, merupakan hal nyata.

    Mahasiswa Doktoral Unhan Laksamana Pertama Suharto mengingatkan pentingnya karakter bangsa maritim. Sejak awal pendiri bangsa telah menggariskan bahwa Indonesia adalah bangsa maritim, hal itu didukung pula dengan letak geografis Indonesia. Menurut Suharto generasi muda penting untuk dikenalkan secara masif kepada laut.

    “Harapan kita, karena kita sudah mengatakan kita negara maritim, ya, kita harus memberikan banyak kesempatan kepada generasi muda untuk ke laut. Gimana caranya, ya, kapalnya ditambah,” kata Suharto saat kunjungan mahasiswa doktoral Unhan ke KRI Makassar yang tengah bersandar di Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, (14/11).

    Suharto menjelaskan, sebagai mantan komandan kapal layar laut, salah satunya Dewa Rudi, yang paling penting bagi Indonesia adalah di laut. Sebab, banyak pelajaran hidup yang bisa diambil.

    “Kapal layar itu di laut outbone paling bagus, kerja sama hidup bersama dan di laut itu kan penuh ketidakpastian, di situlah semangat bagaimana orang hidup. Apalagi kalau di laut melihat bagaimana nelayan hidup kalau kita berbicara maritim tetapi tidak pernah ke laut tidak bisa merasakan, ternyata di laut itu enak. Hanya bayangan saja,” tutur Suharto.

    Sementara itu, Marsekal Pertama Penny Radjendra mengatakan, luas wilayah Indonesia 2 per 3 merupakan lautan. Karena itu, butuh pengembangan penguatan pertahanan ke depan yang lebih komprehensif. Dia juga memandang pemerintahan Joko Widodo sudah memiliki program Maritim Poros Dunia yang relevan dengan pengembangan kekuatan di perairan.

    “Pengembangan paling penting adalah penguatan industri dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan alutsista terkait dalam pengamanan wilayah,” kata dia.

    Dia juga menilai Indonesia merupakan negara terbuka dari setiap sudut penjuru mata angin. Karena itu, pentingnya alutsista yang cukup untuk mengantisipasi ancaman-ancaman, baik dari sisi penindakan, pencegahan, termasuk sistem-sistem pengawasan, terhadap kedaulatan NKRI,

    “Satelit, aset-aset di udara juga penting. Kita berbeda dengan negara lain yang tidak terbuka. Kita kan di tengah, center of grativity,” kata Kepala Pusat Informasi dan Strategi Pertahan Kemenhan itu.

    Brigjen TNI Minan Sinulingga juga sepakat bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan. Meski demikian, Indonesia sebenarnya punya andalan mengenai pertahanan terakhir, yaitu pada rakyatnya.

    “Sisi angkatan darat, katakanlah kita sudah bertempur habis-habisan di darat, tetapi kita masih punya kekuatan yang dahsyat, yaitu rakyat. Apalagi sekarang ada undang-undang nomor 23 tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara,” kata dia.

    Dia menyadari Undang-undang itu belum memiliki turunan Peraturan Pemerintah (PP). Namun, dari Undang-Undang itu ada konsepsi tentang komponen cadangan dan pendukung.

    “Komponen cadangan itu nanti dibentuk di seluruh Kodam dan Bataliyon cadangan. Intinya kalau dalam doktrin Sishankamrata (sistem pertahanan rakyat semesta) itu, kalau kita perang berlarut, habis, kita masih punya kekuatan rakyat,” jelas dia.

    Dalam kunjungan ke KRI Makassar 590 itu, hadir puluhan mahasiswa doktoral Unhan, salah satunya Hasto Kristiyanto. Mereka disambut langsung oleh Komandan KRI Makassar 590 Letkol Laut Hariono.

    Saksikan video menarik berikut ini:

    Editor : Mohamad Nur Asikin

    Reporter : Gunawan Wibisono


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleLibur Panjang Maulid Nabi, Ini Implikasinya dalam Penambahan Harian Kasus COVID-19
    Next Article Kontribusi Sektor Ritel terhadap PDB Tetap Positif di Tengah Pandemi
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung

    ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung

    July 20, 2026
    cara cek bansos

    Cara Cek Bansos Online 2026 Lewat Website dan Aplikasi Resmi

    July 19, 2026
    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa (Ilustrasi/AI)

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya

    July 14, 2026
    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    July 13, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Jadwal Survei Lingkungan Belajar 2026 Dimajukan, Dicatat Tanggalnya
    • 12 Tempat Wisata di Malang dengan View Indah + Destinasi Favorit
    • 11 Penyebab Ginjal Rusak, Kebiasaan Nomor 4 Masih Sering Dilakukan

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.