Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Sinergitas Antar Instansi Dorong Pemulihan Pasar Ekspor
    Ekonomi

    Sinergitas Antar Instansi Dorong Pemulihan Pasar Ekspor

    November 28, 2020No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Sinergitas Antar Instansi Dorong Pemulihan Pasar Ekspor 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan terus meningkatkan sinergitas dengan instansi dan lembaga terkait, salah satunya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam memajukan perekonomian Indonesia.

    “Diharapkan ekspor dan daya saing produk ekspor Indonesia, khususnya produk-produk ekonomi kreatif terus meningkat. Untuk itu diperlukan dukungan berbagai pihak untuk mencapai tujuan tersebut,” kata Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Sabtu (28/11).

    Agus menyampaikan, produk ekonomi kreatif memiliki peluang yang sangat besar di pasar global. Berdasarkan kinerja ekspor periode Januari hingga Agustus 2020, beberapa produk ekonomi kreatif yang berpotensi untuk terus tumbuh ekspornya adalah fashion, kriya, dan serta makanan olahan.

    “Produk ini juga memiliki potensi pasar yang cukup beragam mulai dari Eropa, Asia, Amerika, dan Timur Tengah,” ucapnya.

    Menurutnya, terdapat beberapa tantangan perdagangan produk ekonomi kreatif yang harus dihadapi pada 2021. Tantangan tersebut yaitu, pertama, berbagai industri kreatif menunjukkan ketahanan walaupun ada perubahan gaya konsumsi masyarakat. Kedua, revolusi Industri ke-4 dapat dimanfaatkan oleh industri kreatif, khususnya dalam pemanfaatan tren digital.

    “Penggunaan niaga elektronik, jejaring sosial, dan digital streaming services merupakan kunci dari transformasi media, gim, musik, dan fashion,” imbuhnya.

    Ia menyebut, diperlukan kerja sama berbagai pihak dalam mendorong pemulihan pasar ekspor produk ekonomi kreatif Indonesia, khususnya pada masa pandemi Covid-19.

    Menurut kajian Kementerian Perdagangan mengenai multiplier analysis dari intangible digital goods terhadap perekonomian Indonesia, terdapat 10 sektor teratas yang memberikan peningkatan nilai tambah ekonomi secara signifikan. Dari seluruh sektor tersebut, di antaranya merupakan bagian dari subsektor ekonomi kreatif.

    “Musik memberikan dampak yang paling signifikan, diikuti penerbitan, dan periklanan. Hasil kajian ini semakin memberikan rasa percaya diri bahwa ekonomi kreatif telah menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia,” jelasnya.

    Mendag melanjutkan, kinerja ekspor produk kreatif unggulan seperti produk fashion, makanan olahan, kerajinan, dan dekorasi rumah menempati peringkat tertinggi jika dilihat dari sisi volume dan nilai. Pada periode Januari hingga September 2020 produk makanan olahan dan dekorasi rumah mencatatkan peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya meski dipengaruhi
    pandemi.

    Sementara, periode Januari hingga September 2020, total ekspor produk fesyen Indonesia mencapai USD 10,17 miliar. Negara tujuan utama ekspor produk fesyen adalah Amerika Serikat sebanyak 40,39 persen dari total ekspor, Jepang (8,15 persen), Tiongkok (7,09 persen), Jerman (5,35 persen), dan Belgia (4,83 persen).

    Untuk produk makanan olahan, total ekspor Indonesia mencapai USD 3,14 miliar. Negara tujuan utama produk makanan olahan adalah Amerika Serikat (21,20 persen), Filipina (14,80 persen), Malaysia (7,36 persen), Singapura (5,29 persen), dan Tiongkok (5,25 persen).

    Sementara untuk produk dekorasi rumah nilai ekspor Indonesia mencapai USD 1,79 miliar. Negara tujuan utama produk dekorasi rumah adalah Amerika Serikat (47,89 persen), Jepang (7,76 persen), Belanda (5,68 persen), Belgia (5,21 persen), dan Singapura (4,16 persen).

    Mendag berharap produk Indonesia dapat diterima di seluruh negara tujuan ekspor, tanpa mengalami hambatan tarif maupun hambatan nontarif.

    “Diharapkan produk Indonesia semakin digemari seluruh konsumen mancanegara, sehingga dapat tercipta hubungan bisnis yang berkelanjutan dalam jangka panjang antara eksportir tanah air dan para buyer,” tutupnya.

    Editor : Banu Adikara

    Reporter : Romys Binekasri


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleBazar Buku Online Big Bad Wolf Kembali Hadir 1-7 Desember
    Next Article Kembali Gelar Lestari Entrepreneur Club, BPR Lestari Group Support UMKM di Jawa dan Bali
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.