Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Sri Mulyani Harap Pertumbuhan Ekonomi Akhir Tahun Minimal Nol Persen
    Ekonomi

    Sri Mulyani Harap Pertumbuhan Ekonomi Akhir Tahun Minimal Nol Persen

    December 11, 2020No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Sri Mulyani Harap Pertumbuhan Ekonomi Akhir Tahun Minimal Nol Persen 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati berharap ekonomi Indonesia pada akhir tahun ini terus mengalami perbaikan hingga berada di level nol persen. Sri Mulyani berharap, perbaikan pada kuartal III dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi tahun ini, dan akan berpengaruh positif pada 2021 mendatang.

    Menurutnya, ekonomi Indonesia saat ini berada dalam tren balik arah menuju zona positif setelah masuk ke jurang resesi di level negatif 5,32 persen pada kuartal II dan negatif 3,49 persen pada kuartal III tahun ini.

    “Kita berharap di kuartal IV akan makin mendekati nol sehingga pada tahun 2021 kita akan mendapatkan perekonomiannya masuk di dalam zona positif atau rebound yang cukup kuat,” ujarnya dalam video conference, Jumat (11/12).

    Sri Mulyani menjelaskan, untuk merealisasikan pertumbuhan ekonomi ke zona positif, minimal ke level nol persen, pada akhir tahun, dibutuhkan peran semua pihak. Bukan hanya pemerintah, melainkan pengusaha, dan masyarakat yang menerapkan disiplin protokol kesehatan Covid-19 untuk memutus rantai penyebarannya.

    Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga telah mengalokasikan anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN) pada tahun 2021 mendatang. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp 356,5 triliun.

    Anggaran sebesar itu terdiri dari untuk kesehatan sebesar Rp 25,4 triliun, perlindungan sosial Rp 110,20 triliun, dan insentif usaha Rp 20,40 triliun. Kemudian dukungan UMKM 28,80 triliun, pembiayaan korporasi Rp 14,90 triliun, pemulihan ekonomi lewat sektoral kementerian dan lembaga sebesar Rp 136,7 triliun.

    “Pemerintah menggunakan seluruh sumber daya agar negara kita, rakyat kita, dunia usaha kita bisa ikut berpartisipasi di dalam pemulihan ekonomi ini,” pungkasnya.

    Editor : Estu Suryowati

    Reporter : Romys Binekasri


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePeran Milenial Tentukan Masa Depan Pertanian Jabar
    Next Article Perbankan Jabar Dinilai Punya Komitmen Garap Masalah Ketahanan Pangan
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.