Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Mengukur Tingkat Disiplin Partai Koalisi Jokowi dengan SBY
    News

    Mengukur Tingkat Disiplin Partai Koalisi Jokowi dengan SBY

    November 1, 2017No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Mengukur Tingkat Disiplin Partai Koalisi Jokowi dengan SBY 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Mengukur Tingkat Disiplin Partai Koalisi Jokowi dengan SBY

    Presiden Jokowi dan Ketum Partai Demokrat SBY

    Jakarta – Tingkat disiplin partai koalisi pendukung pemerintahan Presiden Jokowi dengan partai koalisi era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tentu memiliki perbedaan. Bagaimana mengukur tingkat disiplin partai koalisi kedua pemerintahan itu?

    Menurut Direktur Eksekutif Sindikasi Pemilu dan Demokrasi (SPD) August Mellaz, meski mengalami penurunan, tingkat disiplin fraksi koalisi pemerintah Jokowi dapat dikatakan lebih baik jika dibandingkan dengan era pemerintahan SBY.

    Hal itu dapat dilihat, pada saat pengambilan keputusan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), koalisi Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) yang didukung oleh enam parpol yaitu Partai Demokrat, Partai Golkar, PAN, PKB, PPP, dan PKS memiliki 423 atau setara dengan 75,54 persen kursi di DPR.

    “Namun pada saat pengambilan keputusan, Partai Golkar dan PKS menyatakan tidak setuju dengan opsi kenaikan harga BBM,” kata August, melalui rilisnya, Jakarta, Rabu (1/11).

    August menerangkan, koalisi partai pendukung pemerintah dapat diukur dengan menggunakan Rice Index. Dimana, Rice Index itu bertujuan untuk mengukur kekompakan atau disiplin fraksi pemerintah di DPR.

    Menurutnya, dari pengukuran tingkat disiplin fraksi, terdapat lima kategori penilaian, yaitu antara 100 s.d 91 sangat tinggi, 90 s.d 81 tinggi, 80 s.d 61 rendah, 60 s.d 41 sangat rendah. Sedangkan di bawah nilai 40 dikategorikan tidak ada disiplin fraksi.

    Kata August, berdasarkan pengukuran Rice Index koalisi SBY-Boediono pada isu kenaikan BBM, menghasilkan nilai 22.93 persen.

    “Dengan hasil pengukuran berdasarkan indeks tersebut, maka masuk kategori tidak ada disiplin koalisi dalam koalisi era SBY-Boediono,” terangnya.

    Sementara, kata August, dari pengukuran Rice Index pada partai koalisi pemerintahan Jokowi pada pembahasan Perppu No. 1 Tahun 2015 Tentang KPK, Perppu No. 1 Tahun 2016 Tentang Hukuman Kebiri dan Perppu No. 1 Tahun 2017 Tentang Akses Informasi Pajak, maka ditemukan tingkat disiplin fraksi pemerintah sangat tinggi dengan nilai 100 (Rice Index).

    Namun, lanjut August, pada kasus pengesahan Undang-undang No. 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu dan Perppu No. 2 Tahun 2017 Tentang Ormas, tingkat disiplin fraksi koalisi mengalami penurunan menjadi 73,33 persen dan masuk dalam kategori rendah.

    “Menurunnya nilai Rice Index koalisi KPPP pada 2 kasus terakhir disebabkan beragam faktor. Seperti perbedaan kepentingan anggota koalisi dalam membaca produk regulasi usulan pemerintah. Atau bisa saja ‘ketiadaan’ atau ‘ketidakmampuan’ tim komunikator pemerintah dalam menerjemahkan regulasi kepada anggota koalisi,” terangnya.

    Dimana, pada pemungutan suara pembahasan Undang-undang No. 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu dan Perppu No. 2 Tahun 2017 Tentang Ormas, PAN mengambil langkah politik berbeda dengan anggota koalisi KPPP lainnya.

    “PAN menolak opsi yang ditawarkan dalam dua produk regulasi usulan pemerintah. Akibatnya, PAN mendapat kritik dari internal koalisi. Bahkan muncul desakan agar Jokowi-JK melakukan perombakan kabinet dengan mencopot wakil PAN di Kabinet Kerja,” katanya.

    TAGS : Presiden Jokowi Kabinet Kerja Partai Koalisi SBY

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/24134/Mengukur-Tingkat-Disiplin-Partai-Koalisi-Jokowi-dengan-SBY/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleMyanmar Sebut Bangladesh Mengulur Kepulangan Etnis Rohingya Demi Dolar
    Next Article Pertaruhan Komitmen Koalisi Jokowi di Tahun Politik
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Harga Pertamax Hari Ini Naik Berapa per 10 Juni 2026 (Ilustrasi/AI)

    Harga Pertamax Hari Ini Naik Berapa per 10 Juni 2026?

    June 10, 2026
    Korupsi Kuota Haji Terbaru (Ilustrasi/AI)

    Korupsi Kuota Haji Terbaru: KPK Panggil Dua Tersangka dari Biro Travel

    June 8, 2026
    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang (Ilustrasi)

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang

    June 5, 2026
    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    June 4, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Harga Pertamax Hari Ini Naik Berapa per 10 Juni 2026?
    • Cara Beli Tiket BTS Jakarta 2026 Biar Nggak Gagal
    • Korupsi Kuota Haji Terbaru: KPK Panggil Dua Tersangka dari Biro Travel
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.