Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Automotive»Relaksasi PPnBM percepat pertumbuhan penjualan mobil ke titik normal
    Automotive

    Relaksasi PPnBM percepat pertumbuhan penjualan mobil ke titik normal

    February 21, 2021No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Relaksasi PPnBM percepat pertumbuhan penjualan mobil ke titik normal 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Jakarta (ANTARA) – Lembaga kajian ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) memperkirakan relaksasi pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) dapat mempercepat pertumbuhan penjualan mobil ke titik normal seperti sebelum terjadi pandemi.

    Direktur Eksekutif INDEF, Tauhid Ahmad, mengatakan tidak akan lama lagi pertumbuhan penjualan mobil mencapai titik normal dengan penjualan sekitar 1 juta per tahun atau di angka kurang lebih hampir 80.000 per bulan.

    “Saya kira pertengahan tahun akan normal apalagi kalau ada (relaksasi) PPnBM,” ujar Tauhid dalam diskusi virtual “Apa Kata Konsumen Tentang Gratis Pajak Mobil Baru?”, Minggu.

    Baca juga: Menperin: Industri otomotif jadi sektor andalan ekonomi nasional

    Tauhid menjelaskan penjualan secara ritel memang sempat mengalami penurunan drastis pada awal pandemi, Maret, April dan Mei 2020. Namun, kemudian meningkat untuk seluruh jenis kendaraan, termasuk juga yang menjadi sasaran kebijakan relaksasi PPnBM, yakni tipe di bawah 1500cc.

    Pertumbuhan pembelian juga pulih dengan cepat. Bahkan, menurut Tauhid, lebih baik dari masa sebelum pandemi. Untuk kendaraan 1500cc, pada Maret 2019-Februari 2020 pertumbuhan bulanan mencapai 0,98 persen, sementara setelah pandemi justru meningkat cukup tajam 5,36 persen.

    Hal yang sama juga terjadi pada ritel kendaraan di bawah 1500cc. Pertumbuhan pembelian sebelum pandemi 0,92 persen, sementara setelah pandemi 5,41 persen.

    “Data ini menunjukkan bahwa konsumen sebenarnya punya kemampuan daya beli pada saat pandemi, tetapi dia menahan pembelian, artinya pada saat drop pandemi itu mereka punya daya beli tapi menahan pembelian bagi sebagian menengah ke atas,” kata Tauhid.

    Baca juga: Kebijakan relaksasi PPnBM dinilai dapat cegah PHK di industri otomotif

    “Dari data ini kita lihat tampaknya growth-nya akan meningkat lagi, katakanlah setelah di Januari, Februari, bahkan belum lagi kalau ada kebijakan ini,” dia melanjutkan.

    Meski begitu, Tauhid melihat kebijakan tersebut tidak berdampak signifikan pada penjualan yang meningkat tajam. Sebab, pertumbuhan memang sudah relatif membaik dalam enam bulan terakhir. Terlebih, ditunjang pula dengan pola perilaku konsumen yang tidak berubah.

    Kebijakan relaksasi PPnBM untuk kendaraan berkapasitas mesin kurang dari 1500cc juga berdampak pada penurunan harga jual kendaraan yang diperkirakan sekitar 10 persen. Sebagai contoh, Tauhid mengatakan harga mobil Rp200 juta misalnya, dapat berkurang Rp17-20 juta.

    Namun, hal ini tentunya juga berdampak pada penurunan pendapatan pajak PPnBM dari otomotif yang diperkirakan sebesar Rp2,28 triliun.

    Hal lain yang perlu diperhatikan, menurut Tauhid, adalah penurunan pajak daerah juga perhitungan dari peningkatan pajak penghasilan (PPh).

    “Tentu saja ada peningkatan pajak penghasilan karena ada penerimaan dari perusahaan-perusahaan yang omzetnya meningkat. Dari segi bisnis volume bertambah, sementara perusahaan juga mendapatkan keuntungan dari sisi industri,” ujar Tauhid.

    Baca juga: 72 persen konsumen sambut positif relaksasi pajak mobil baru

    Baca juga: Kadin sebut relaksasi kredit mobil mampu gerakkan penjualan

    Pewarta: A086
    Editor: Suryanto
    Copyright © ANTARA 2021

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePelaksana PPKM Mikro Diminta Perhatikan Limbah Masker Sekali Pakai
    Next Article Banyak yang Tak Takut Covid, Banyak yang Enggan Divaksin
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Pengadaan Motor MBG Dikritik Berbagai Pihak (Ilustrasi/AI)

    Pengadaan Motor MBG Dikritik Berbagai Pihak, BGN Membela Diri

    April 8, 2026
    Federal Oil™ Membuka Rangkaian Feders Gathering 2026 (istimewa)

    Bandung Buka Feders Gathering 2026, Federal Oil™ Perkuat Kebersamaan Komunitas Motor Matic

    March 2, 2026
    Jadwal MotoGP 2026 Terbaru Dirilis (Ilustrasi/AI)

    Jadwal MotoGP 2026 Terbaru Dirilis, Seri Pembuka Digelar di Thailand

    February 27, 2026
    Agrinas Impor Mobil 105.000 Pikap dari India (Ilustrasi/AI)

    Agrinas Impor Mobil 105.000 Pikap dari India, DPR Minta Ditunda

    February 23, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Korupsi Kuota Haji Terbaru: KPK Panggil Dua Tersangka dari Biro Travel
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.