Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Pengamat Sebut Kasus BP Jamsostek Beda dengan Jiwasraya dan Asabri
    Ekonomi

    Pengamat Sebut Kasus BP Jamsostek Beda dengan Jiwasraya dan Asabri

    March 17, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Pengamat Sebut Kasus BP Jamsostek Beda dengan Jiwasraya dan Asabri 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com–Kejaksaan Agung (Kejagung) tengah menyelidiki BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) terkait dengan kasus dugaan korupsi keuangan dan dana investasi. Penurunan nilai investasi saham BP Jamsostek berbeda secara mendasar pada investasi saham di kasus Jiwasraya dan Asabri.

    Pengamat Ekonomi Ardo R. Dwitanto pun angkat bicara terkait penyidikan tersebut. Menurut dia, paling tidak ada empat hal yang menjadi pertimbangan. Pertama, emiten-eminten yang sahamnya dibeli BP Jamsostek merupakan emiten-emiten yang juga dibeli para investor saham pada umumnya. Lalu, penurunan nilai investasi saham BP Jamsostek disebabkan risiko pasar.

    ”Ketiga, risiko pasar yang dialami  BP Jamsostek setelah dilakukan diversifikasi saham mengikuti indeks pasar saham. Dan keempat, penurunan nilai investasi saham BP Jamsostek tidak berdampak pada kemampuan dalam pembayaran klaim,” beber Ardo dalam keterangan tertulis, Rabu (17/3).

    Bahkan, lanjut dia, emiten-emiten pilihan dari BPJamsostek merupakan penghuni tetap Indeks LQ45 dan sebagian besar merupakan penghuni indeks saham investasi global. Seperti MSCI Indonesia Index, di antaranya BBCA, BBRI, TLKM, BMRI, ASII, UNVR, BBNI, dan UNTR. MSCI Indonesia Index merupakan indeks acuan bagi investor global ketika berinvestasi saham di Indonesia.

    ”Dengan kata lain, semua emiten tersebut, pada umumnya, merupakan emiten-emiten pilihan utama para investor karena memiliki kinerja yang bagus, mapan, dan memiliki kapitalisasi pasar saham yang besar atau big caps,” tegas Ardo.

    Editor : Latu Ratri Mubyarsah

    Reporter : Saifan Zaking


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleFord tarik lagi 3 juta kendaraan bermasalah kantung udara
    Next Article Puluhan Perusahaan di Bali Daftar Vaksin Gotong Royong
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.