Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Kejar Ketertinggalan, Pemerintah Serius Garap Ekosistem Syariah
    Ekonomi

    Kejar Ketertinggalan, Pemerintah Serius Garap Ekosistem Syariah

    March 17, 2021No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Kejar Ketertinggalan, Pemerintah Serius Garap Ekosistem Syariah 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Indonesia terlambat menerapkan sistem keuangan syariah jika dibandingkan dengan negara-negara muslim lainnya. Padahal, sebagai negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia, Indonesia sangat potensial sebagai pasar syariah. Kini, pemerintah berupaya keras mengejar ketertinggalan tersebut.

    Fakta tersebut diungkapkan Menteri Badan Usaha Miliki Negara Erick Thohir kemarin (17/3). “Indonesia mulai pada 1991 dengan berdirinya Bank Muamalat. Sementara, Malaysia sudah sejak 1963,” ungkapnya dalam webinar yang diselenggarakan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia.

    Namun, dia optimistis PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) bisa mewujudkan ekosistem syariah di dalam negeri. Tidak hanya mengembangkan industri keuangannya saja, tapi juga kuliner, fashion, kosmetik, farmasi, dan media.

    Erick menyebutkan empat strategi pemerintah untuk menciptakan ekosistem syariah kemarin. Yakni, menguatkan rantai nilai halal, meningkatkan inklusi dan literasi keuangan syariah, mendorong pembiayaan UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah), dan digitalisasi.

    Hal paling penting dalam mewujudkan ekosistem syariah, menurut Erick adalah pemberdayaan umat. “Berkolaborasi dengan komunitas keagamaan seperti perhimpunan pesantren atau dewan masjid Indonesia untuk membangun keyakinan dan kebutuhan terhadap solusi ekonomi syariah,” jelas ketua umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) tersebut.

    Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi mengungkapkan bahwa keputusan BSI untuk melantai sudah tepat. Dengan demikian, BSI bisa menciptakan kekuatan permodalan dan menjangkau masyarakat yang lebih luas. Sebab, sebelum melebur menjadi BSI, tiga bank syariah BUMN itu punya visi dan segmentasi yang berbeda-beda.

    “Tidak berlebihan jika BSI disebut sebagai game changer dalam mengakselerasi implementasi ekosistem ekonomi keuangan syariah di Indonesia,” tandasnya.

    Pengembangan ekonomi syariah bisa menyokong ketahanan ekonomi nasional. Apalagi saat ini Indonesia sudah masuk dalam jajaran lima besar pelaku ekonomi syariah global. Berdasar Global Islamic Indicator Indonesia menduduki peringkat 4 dunia pada 2020.

    Terpisah, anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati berharap BSI mampu mengakhiri stagnasi market shareperbankan syariah nasional. Selama satu dekade terakhir, pangsa pasar syariah hanya berada pada kisaran 5 persen.

    “Kita tetap kritis agar kebijakan ini bisa dioptimalkan. Jangan sampai keberadaan BSI hanya berubah wujud saja tanpa ada perubahan yang signifikan,” ujar Anis kepada Jawa Pos.

    Menurut dia, pemerintah bersama regulator harus mengawal perkembangan bank yang lahir dari merger tiga bank syariah Himbara itu. Salah satu langkah yang bisa dilakukan pemerintah adalah segera mengeluarkan kebijakan insentif perpajakan. Sebab, selama ini perlakuan regulator perpajakan terhadap perbankan syariah dan konvensional disamakan.

    Pemerintah mestinya melihat bahwa terdapat perbedaan karakteristik antara bank syariah dengan bank konvensional. “Dengan insentif fiskal (berupa pajak) akan bisa membuat BSI lebih efisien dan kompetitif,” ucap politisi Partai Keadilan Sejahtera itu. Mengingat, BSI masih memerlukan modal yang cukup besar untuk menunjang bisnis di jangka menengah.

    Selain itu, pemerintah bersama DPR perlu memperhatikan regulasi perbankan syariah. Undang-undang (UU) nomor 21 Tahun 2008 yang sudah 13 tahun perlu segera diamandemen. Anis menilai, banyak perubahan kondisi ekonomi dan keuangan yang perlu disesuaikan untuk mendorong perbankan syariah untuk bisa berkembang.

    Perkembangan sistem teknologi informasi di dunia keuangan akan sangat berpengaruh terhadap platform industri perbankan syariah. Selain itu, UU perbankan syariah sebaiknya terintegrasi dengan regulasi industri keuangan lainnya. “Sehingga gagasan dalam membangun Sistim Keuangan Syariah yang terintegrasi bisa segera terwujud,” harap Anis.

    Editor : Bintang Pradewo

    Reporter : Agas Putra Hartanto


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePeran Platform Digital dan Dambaan Inklusi Finansial di Jayapura
    Next Article Pemerintah Fokus Percepat Terciptanya Herd Immunity
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.