Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»International»Dilanda Gelombang Ketiga, Jerman Laporkan Lonjakan Kasus COVID-19 Terbesar
    International

    Dilanda Gelombang Ketiga, Jerman Laporkan Lonjakan Kasus COVID-19 Terbesar

    March 18, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Dilanda Gelombang Ketiga, Jerman Laporkan Lonjakan Kasus COVID-19 Terbesar 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Dilanda Gelombang Ketiga, Jerman Laporkan Lonjakan Kasus COVID-19 Terbesar 2
    Dua orang ber-APD akan menggelar tes bagi karyawan rumah jagal di sebuah perumahan yang berlokasi di selatan Jerman pada 23 Juni 2020. (BP/AFP)

    BERLIN, BALIPOST.com – Tambahan kasus COVID-19 di Jerman masih terjadi. Pada Kamis (18/3), negara ini melaporkan lonjakan harian terbesar kasus COVID-19 dalam dua bulan, yaitu sejak 22 Januari, dengan mencatatkan 17.504 kasus baru.

    Berdasarkan data Robert Koch Institute (RKI), dengan demikian jumlah keseluruhan infeksi virus corona di negara tersebut menjadi 2.612.268 kasus. Korban jiwa yang dilaporkan bertambah 227 menjadi 74.132 orang.

    Sementara, jumlah kasus baru per 100.000 orang selama tujuh hari naik menjadi 90, dibandingkan dengan 86 orang pada hari sebelumnya. Jerman berada dalam gelombang ketiga pandemi, yang diakibatkan oleh pelonggaran pembatasan dalam beberapa pekan terakhir –bersamaan saat varian yang lebih menular telah menyebar, kata RKI.

    Dikutip dari Kantor Berita Antara, lembaga tersebut memprediksi lonjakan besar kasus akan terjadi dalam beberapa minggu mendatang. Keadaan itu belum terbantu oleh program vaksinasi, yang berjalan lamban.

    Ini diperburuk dengan keputusan minggu ini untuk menangguhkan penggunaan dosis AstraZeneca atas kekhawatiran akan keamanan vaksin tersebut.

    Kanselir Angela Merkel dan para pemimpin negara bagian pada awal Maret telah menyetujui bahwa pembatasan akan dilonggarkan secara bertahap. Pelonggaran bertahap itu akan diterapkan bersama dengan “rem darurat” –untuk memungkinkan pihak berwenang memberlakukan kembali pembatasan jika jumlah kasus naik di atas 100 orang per 100.000 penduduk selama tiga hari berturut-turut.

    Para pejabat tinggi pemerintah itu akan kembali melakukan pertemuan pada 22 Maret. Beberapa ahli menyerukan agar pemerintah mengalihkan fokus pada tingkat insiden.

    Kalangan ahli memperhatikan bahwa, semakin banyak tes dilakukan, akan semakin banyak orang yang terbukti positif terpapar virus corona, bahkan meskipun jumlah orang lanjut usia yang terinfeksi turun berkat vaksinasi.

    “Angka ini sangat bermasalah,” kata Juergen Windeler, kepala Institut Kualitas dan Efisiensi dalam Perawatan Kesehatan (IQWIG), kepada surat kabar Neue Berliner Redaktionsgesellschaft.

    Merkel dan pemimpin 16 negara bagian federal pada Jumat (19/3) akan melakukan pembahasan menyangkut gerakan vaksinasi. Khususnya dengan mengerahkan dokter keluarga untuk menyuntikkan vaksin COVID-19.

    Merkel mengatakan semua warga Jerman sudah akan ditawari untuk disuntik vaksin pada 21 September –lima hari sebelum pemilihan federal berlangsung. (kmb/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleBI Optimis Kinerja Triwulan I 2021 Lebih Baik
    Next Article Ketua MPR sebut tiga tantangan geliatkan industri otomotif nasional
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Flotilla Gaza Kembali Jadi Sorotan Dunia Usai Dicegat Israel (Ilustrasi/AI)

    Flotilla Gaza Kembali Jadi Sorotan Dunia Usai Dicegat Israel

    May 26, 2026
    Kuwait Masuk Pusaran Ketegangan AS dan Iran (Ilustrasi/AI)

    Kuwait Masuk Pusaran Ketegangan AS dan Iran, Ini Pemicunya

    May 8, 2026
    Senjata Nuklir Masih Jadi Sorotan di Konflik AS-Iran (Ilustrasi/AI)

    Senjata Nuklir Masih Jadi Sorotan di Konflik AS-Iran

    April 24, 2026
    Selat Malaka Lebih Strategis dari Selat Hormuz (Ilustrasi/AI)

    Selat Malaka Lebih Strategis dari Selat Hormuz, Benarkah?

    April 9, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri
    • Cara Pakai Aplikasi Cek Bansos Kemensos 2026 Terbaru untuk Lihat PKH dan BPNT
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.