Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Panen Kopi Diperkirakan Menurun, Hingga 40 Persen
    Ekonomi

    Panen Kopi Diperkirakan Menurun, Hingga 40 Persen

    March 20, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Panen Kopi Diperkirakan Menurun, Hingga 40 Persen 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Panen Kopi Diperkirakan Menurun, Hingga 40 Persen 2
    Kopi Kintamani. (BP/Dokumen)

    BANGLI, BALIPOST.com – Petani kopi di Kintamani memperkirakan produksi pada musim panen mendatang akan mengalami penurunan. Penyebabnya karena cuaca hujan beberapa bulan terakhir membuat bunga kopi banyak rontok.

    Seperti yang diungkapkan petani kopi di Desa Catur, Kintamani I Gusti Mangku Rupa. Dia mengatakan musum panen kopi berlangsung mulai Mei sampai Agustus.

    Dalam musim panen tahun ini, ia pesimis bisa mendapat hasil panen seperti tahun sebelumnya. Ia memperkirakan hasil panen yang didapatnya menurun hingga 40 persen.

    Turunnya hasil panen, menurutnya terjadi akibat dampak cuaca. Hujan terus menerus selama beberapa bulan terakhir telah menyebabkan pertumbuhan bunga pada tanaman kopi tidak maksimal.

    Bunga kopi jadi banyak rontok. Imbasnya pertumbuhan buah tidak sesuai harapan petani. “Jadi saat musim pembungaan sudah hujan-hujan sehingga bunga banyak rontok. Musim pembungaan berlangsung antara September-Oktober,” ujarnya.

    Tidak ada yang bisa dilakukan untuk menyiasati agar produksi kopi bisa bagus. Ia dan petani lainnya hanya bisa melakukan pemeliharaan rutin terhadap tanaman kopinya. “Bagaimana pun pemeliharannya kalau sudah bunganya rontok pasti hasilnya berkurang,” kata Kelian Subak Wanasari Kenjung itu.

    Dia biasanya mendapat hasil panen hingga lima ton kopi gelondong merah per satu hektare. Namun, diperkirakan pada musim panen yang akan datang ini ia hanya bisa dapat hasil panen 2 hingga 3 ton.

    Menurutnya, produksi kopi lebih bagus jika cuaca kemarau. “Kalau untuk buah-buahan sebenarnya lebih cocok kemarau. Lebih bagus buahnya. Kalau hujan terus menerus rontok,” imbuhnya. (Dayu Swasrina/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePorsche rencanakan baterai & jaringan pengisian daya berkinerja tinggi
    Next Article Sampai Januari 2021, Hampir 80 Persen Debitur Dapat Restrukturisasi Kredit
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri
    • Cara Pakai Aplikasi Cek Bansos Kemensos 2026 Terbaru untuk Lihat PKH dan BPNT
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.