Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Gianyar Hadapi Tinginya Alih Fungsi Lahan Pertanian
    Ekonomi

    Gianyar Hadapi Tinginya Alih Fungsi Lahan Pertanian

    March 31, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Gianyar Hadapi Tinginya Alih Fungsi Lahan Pertanian 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Gianyar Hadapi Tinginya Alih Fungsi Lahan Pertanian 2
    Lahan pertanian yang diantaranya beralih fungsi untuk pemukiman. (BP/Wir)

    GIANYAR, BALIPOST.com – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar Made Raka mengatakan banyak lahan pertanian di Kabupaten Gianyar mengalami alih fungsi lahan. Lahan sawah berubah menjadi area permukiman antara lain dalam bentuk perumahan.

    “Alih fungsi lahan pertanian disebabkan desakan masyarakat akan kebutuhan pemukiman. Tahun 2016 sampai Tahun 2021 jumlah lahan pertanian di Kabupaten Gianyar mengalami penurunan,” katanya, Rabu (31/3).

    Data Dinas Pertanian, tahun 2016 luas lahan pertanian 14.376 Ha, Tahun 2017 sebanyak 14.320 Ha, Tahun 2018 sebanyak 13.690 Ha, Tahun 2019 sebanyak 13.690 Ha, Tahun 2020 sebanyak 13.474 Ha dan tahun 2021 luas lahan pertanian 13,456 Ha sampai bulan Maret.

    Penurunan jumlah lahan pertanian di Kabupaten Gianyar hampir merata terjadi di seluruh kecamatan di Gianyar. Sampai Tahun 2021 Kecamatan Gianyar alih fungsi lahan pertanian sudah 147 Ha. Kecamatan Blahbatuh terjadi alih fungsi lahan pertanian 181 Ha, kecamatan Ubud 91 Ha, Tampaksiring 66 Ha, Payangan 44 Ha, Sukawati 169 Ha, dan Alih fungsi lahan tertinggi di Kecamatan Tegallalang 222 Ha.

    Made Raka menyampaikan penyebab alih fungsi pertanian disebabkan oleh beberapa faktor. Ini diantaranya perkembangan penduduk semakin meningkat yang membutuhkan tempat pemukiman. ” Alih fungsi lahan pertanian juga akibat terdesak oleh sektor pariwisata,” ucapnya.

    Nilai tanah semakin melonjak menjadi indikator masyarakat mengalihkan lahan pertanian untuk pemukiman. Lahan pertanian menyusut juga akibat pemanfaatan untuk kepentingan umum, kebutuhan sosial orang banyak seperti jalan raya dan fasilitas umum. Tingginya kebutuhan pemukiman di perkotaan berimbas pengikisan luas lahan pertanian. “Lahan pertanian terkikis, akibat alih fungsi untuk pemukiman ,” tegasnya. (Wirnaya/Balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleTato, oh Tato
    Next Article Setelah UU Ciptaker Diundangkan, RIPH Bawang Putih Masih Sulit
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.