Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Harga Cabai Kini Rp 90 Ribu, dari Sebelumnya Rp 150 Ribu per Kilogram
    Ekonomi

    Harga Cabai Kini Rp 90 Ribu, dari Sebelumnya Rp 150 Ribu per Kilogram

    April 2, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Harga Cabai Kini Rp 90 Ribu, dari Sebelumnya Rp 150 Ribu per Kilogram 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Harga cabai yang melonjak cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir mulai berangsur turun. Mengutip situs infopangan, harga cabai rawit merah sudah turun menjadi Rp 94.000an per kilogram. Harga tersebut sudah termasuk turun tajam dibandingkan harga dua hari yang lalu yang bertengger di posisi Rp 150.000 per kilogram.

    Harga tertinggi ada di pasar Mayestik seharga Rp 150.000 per kilogram, dan harga terendah berada di pasar Jembatan Lima seharga Rp 70.000 per kilogram.

    “Rawit Rp 90.000 per kilogram. Ini udah turun dari yang kemarin Rp 150.000 per kilogram. Harga Rp 150.000 udah lama, dari sebelum natal. Jadi yang sekarang udah murah. Udah 2 hari yang lalu turunnya,” ujarnya kepada JawaPos.com, Jumat (2/4).

    Sementara, harga cabai merah keriting Rp 54.297 per kilogram, cabai merah besar sebesar Rp 56.818 per kilogram, dan harga cabai rawit hijau sebesar Rp 53.574 per kilogram.

    Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik atau BPS mencatat inflasi pada Maret 2021 sebesar 0,08 persen. Adapun tingkat inflasi tahun kalender atau sejak Januari hingga Maret 2021 sebesar 0,44 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun sebesar 1,37 persen.

    Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto mengatakan, komoditas yang dominan memberi sumbangan inflasi antara lain cabai rawit sebesar 0,04 persen, bawang merah sebesar 0,02 persen, serta daging ayam ras, ikan segar, bawang putih, dan ikan diawetkan masing-masing 0,01 persen. Di samping itu, upah asisten rumah tangga juga menyumbang inflasi 0,01 persen.

    “Inflasi ini kalau kita lihat menurut pengeluaran ini diakibatkan oleh makanan, minuman dan tembakau yang masih memberi andil inflasi cukup besar sebesar 0,1 persen,” ujarnya.

    Editor : Mohamad Nur Asikin

    Reporter : Romys Binekasri


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleInsentif Mendorong Investasi – KRJOGJA
    Next Article Turun, Tambahan Harian Kasus COVID-19 Nasional di Bawah 6.000 Orang
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.