Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Karena Ini, Biaya Produksi Ternak Babi Naik
    Ekonomi

    Karena Ini, Biaya Produksi Ternak Babi Naik

    April 12, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Karena Ini, Biaya Produksi Ternak Babi Naik 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Karena Ini, Biaya Produksi Ternak Babi Naik 2
    Ternak babi. (BP/eka)
    Karena Ini, Biaya Produksi Ternak Babi Naik 3

    BANGLI, BALIPOST.com – Biaya produksi untuk beternak babi di Bangli mengalami kenaikan. Hal ini dikarenakan harga bahan baku pakan ternak babi yang naik.

    Kondisi ini diungkapkan Ketua Gabungan Usaha Peternakan Babi Indonesia (GUPBI) Kabupaten Bangli Sang Putu Adil, Minggu (11/4). Disebutkan, bahan pakan seperti tepung jagung naik sekitar Rp 30 ribu per 50 kg.

    Sebelumnya sekitar akhir Maret lalu dirinya masih bisa membeli tepung jagung Rp 240 ribu per kilogram. Kini harganya sudah Rp 270 ribu. Kenaikan harga juga terjadi pada konsentrat, kedelai dan lainnya. “Biaya produksi sekarang jadi tinggi karena harga bahan pakan naik terus,” ujarnya.

    Selain untuk biaya pakan, peternak saat ini juga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk penyemprotan disinfektan secara rutin di areal kandang. Itu dilakukan sebagai upaya pencegahan agar hewan ternaknya aman dan terhindar dari paparan virus.

    Jelang hari Raya Galungan saat ini Sang Putu Adil mengatakan harga babi di tingkat peternak berada di kisaran Rp 45-46 ribu per kilogramnya. Jika dibandingkan sebelumnya, harga tersebut mengalami penurunan. “Sekitar empat bulan lalu sempat Rp 50-52 ribu,” ujarnya.

    Diungkapkannya bahwa para peternak di Kabupaten Bangli sudah sepakat tidak menaikan harga babi supaya semeton Bali yang merayakan Galungan bisa membelinya dengan harga terjangkau.

    Kata Sang Putu Adil, pada tahun lalu harga babi sempat murah di kisaran Rp 26-26 ribu per kilogramnya. Jauh dari biaya produksi. Harga babi kembali membaik setelah populasi babi berkurang pasca adanya wabah penyakit yang menyebabkan banyak babi mati.

    Meski situasi masih dalam pandemi COVID-19, peternak asal Desa Jehem, Tembuku itu mengatakan permintaan babi jelang Galungan saat ini masih normal. Cukup bagus. Tidak ada terjadi penurunan daya beli. (Dayu Swasrina/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleSpanyol beri subsidi Rp121,7 juta per mobil listrik
    Next Article Ramadan dan Idul Fitri, Telkomsel Optimalisasi Jaringan dan Pelayanan
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.