Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Berawal dari Keinginan Buat Makanan Sehat, Seniman Buahan Produksi Mie Kelor
    Ekonomi

    Berawal dari Keinginan Buat Makanan Sehat, Seniman Buahan Produksi Mie Kelor

    April 13, 2021No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Berawal dari Keinginan Buat Makanan Sehat, Seniman Buahan Produksi Mie Kelor 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Berawal dari Keinginan Buat Makanan Sehat, Seniman Buahan Produksi Mie Kelor 2
    I Wayan Sumerta Dana Artha menunjukkan mie buatannya. (BP/bit)
    Berawal dari Keinginan Buat Makanan Sehat, Seniman Buahan Produksi Mie Kelor 3

    TABANAN, BALIPOST.com – Kondisi sulit di masa pandemi COVID-19, “memaksa” banyak orang untuk lebih kreatif dan inovatif mencari penghasilan tambahan agar dapat bertahan. Keahlian dan kejelian dalam melihat peluang pasar juga dibutuhkan untuk mendapatkan sumber penghasilan baru.

    Salah satunya seperti dilakukan I Wayan Sumerta Dana Artha, warga Banjar Buahan Tengah, Desa Buahan, Tabanan. Berawal dari keinginan membuat makanan sehat untuk anak-anak selama pembelajaran daring, ia pun akhirnya membuat mie kelor.

    Mie ini mengandung saripati daun kelor. Mie hasil produksinya dinamai “Mie Kelor Gud.”  Meski masih terus berproses melengkapi kemasannya, namun citarasa mie kelor buatannya ini mulai dirilik oleh penikmat mie.

    Ditemui dirumahnya belum lama ini, Sumerta Dana Artha yang juga seniman karawitan Tabanan ini mengaku, ide awal mie kelor ini muncul dari inspirasi anak-anak yang ia kenal dalam permainan tradisional. Maklum saja, sebelum pandemi, Sumerta banyak berkecimpung mengedukasi dan mengeliatkan permainan tradisional pada anak-anak.

    Pembatasan seluruh kegiatan masyarakat pun juga berdampak pada aktivitas anak-anak yang kini lebih banyak memanfaatkan handphone di rumah, baik untuk pembelajaran daring maupun bermain. Tidak ingin kesehatan mata anak-anak terganggu akibat radiasi handphone, ia pun mencoba membuat sajian makanan sederhana dan digemari seluruh kalangan, serta sehat.

    “Saya berpikir mata pasti rusak kalau terus main hp. Kelor solusinya karena ada kandungan vitamin untuk kesehatan mata. Apalagi anak saya yang sedang kuliah juga senang konsumsi mie instan sampai beli dus-dusan,” ujarnya.

    Ia pun berpikir untuk membuat mie yang sehat. “Agar anak sehat dulu awalnya dan mie ini makanan pokok yang tidak akan habis peminatnya,” terangnya.

    Membuat mie bukan hal baru baginya. Ia sudah mencoba membuat mie tektek.

    Keahliannya ini ia dapatkan dari teman-temannya di daerah Lampung yang sukses dengan bisnis mie tekteknya. “Saya kebetulan lama merantau di Lampung hampir 29 tahun. Tiap pulang ke Lampung pasti mencicipi kuliner mie tektek teman asal Bali dan dia cukup sukses dengan bisnisnya ini. Dari sana ada inspirasi mengapa tidak mencoba juga di Bali sampai akhirnya saya beli alat untuk membuat mie dan belajar lagi, tidak hanya dari teman tapi juga di youtube,” terangnya.

    Memang diakuinya selama mencoba membuat mie kelor, dirinya berulang kali gagal ketika menentukan kadar air. Namun setelah menemukan takaran yang pas, lebih cepat produksi.

    Karena masih dilakoni sendiri dibantu keluarganya, rata-rata dalam sehari, ia baru bisa memproduksi 50 bungkus per hari. “Jadi tidak pakai target, dibawa enteng saja dan masih manual. Kalau konsumen menginginkan mereka nunggu saja sampai produk terpenuhi. Jadi pagi hari buat 25 sachet, siang istirahat sorenya lagi buat lagi 25 sachet,” ucapnya.

    Ia mengatakan untuk bahan kelor mudah didapat dari kebun sendiri dan ada juga dari tetangga. Selain tekstur mie yang tidak kalah dengan mie lainnya, ciri khas dari “Mie Kelor Gud” ini pada racikan bumbu yang merupakan paduan rempah Bali dan Lampung. “Saat ini masih proses untuk masa kedaluarsa di BBPOM,” pungkasnya. (Puspawati/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleDari WNA Berulah di Bali Makin Tinggi hingga Terancam Tak Dapat Nikmati KBS
    Next Article Huawei belum ingin produksi mobil swakemudi
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.