Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Naik Tipis, Harga Minyak Dunia Masih Tertahan Kasus Covid-19 di India
    Ekonomi

    Naik Tipis, Harga Minyak Dunia Masih Tertahan Kasus Covid-19 di India

    May 15, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Naik Tipis, Harga Minyak Dunia Masih Tertahan Kasus Covid-19 di India 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Harga minyak naik pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), membalikkan beberapa penurunan tajam hari sebelumnya saat pasar saham menguat dan dolar AS tergelincir. Meskipun demikian, kenaikannya dibatasi oleh situasi virus korona di konsumen minyak utama India.

    Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni naik USD 1,55 menjadi menetap di USD 65,37 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juli naik USD 1,66 menjadi ditutup pada USD 68,71 per barel di London ICE Futures Exchange.

    Colonial Pipeline mengatakan pada Kamis (13/5) malam pihaknya telah memulai kembali seluruh sistem pipa dan telah memulai pengiriman di semua pasarnya. Jalur tersebut adalah saluran utama dari kilang-kilang Teluk ke Pantai Timur AS.

    “Minyak naik karena pasokan bergerak lagi, baik melalui pipa atau sungai Mississippi,” kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group di Chicago, dikutip dari Antara, Sabtu (15/5). “Yang membuat heboh adalah kekhawatiran yang sedang berlangsung tentang kasus Covid-19 di India.”

    Ibu kota AS kehabisan bensin pada Jumat (14/5) meskipun jaringan pipa mulai beroperasi kembali. GasBuddy -perusahaan pelacak- melaporkan, pemadaman pompa bensin di Washington, DC, naik menjadi 87 persen, dari 79 persen sehari sebelumnya.

    Pada hari yang sama, ekuitas global naik dan dolar tergelincir setelah pejabat Federal Reserve AS mengatakan tidak akan ada langkah segera untuk mengetatkan kebijakan moneter di ekonomi terbesar dunia itu. Karena harga minyak dalam dolar, melemahnya greenback membuat harga komoditas tersebut lebih murah bagi pemegang mata uang lain, berpotensi memacu permintaan.


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleCuaca Ekstrem, Warga Diminta Waspada Banjir Lahar Dingin Sinabung
    Next Article Gempa di Luar Zona Subduksi Juga Bisa Picu Tsunami, Salah Satu yang Aktif di Selatan Bali
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.