Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Harga Cabai Besar dan Bawang Merah Anjlok, Petani Merugi
    Ekonomi

    Harga Cabai Besar dan Bawang Merah Anjlok, Petani Merugi

    May 30, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Harga Cabai Besar dan Bawang Merah Anjlok, Petani Merugi 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Harga Cabai Besar dan Bawang Merah Anjlok, Petani Merugi 2
    Bawang merah disimpan petani karena harganya yang anjlok saat panen tiba. (BP/Dokumen)
    Harga Cabai Besar dan Bawang Merah Anjlok, Petani Merugi 3

    BANGLI, BALIPOST.com – Harga cabai merah besar di tingkat petani merosot sejak dua pekan terakhir. Jika sebelumnya laku dijual di kisaran Rp 35 ribu per kilogram, kini hanya Rp 8 ribu.

    Jro Mangku Komang Raka, petani cabai di Banjar Hulundanu Desa Songan, Kintamani mengaku tak tahu pasti penyebab turunnya harga cabai merah besar dalam dua pekan terakhir. Dia mengatakan penurunan harga terjadi bertahap dari yang awalnya Rp 35 ribu turun menjadi Rp 30 ribu kemudian Rp 16 ribu dan kini di kisaran harga Rp 8 ribu per kilogram.

    Bagi petani, harga Rp 8 ribu tergolong murah. “Kalau hitung-hitung biaya produksi, rugi. Tidak dapat untung,” ungkapnya, Minggu (30/5).

    Menurutnya, petani akan bisa dapat untung sedikit, jika harga jual cabai merah besar minimal Rp 15 ribu per kilogram. Meski harga murah, ia mengaku tetap memanen dan menjual cabainya. Itu dilakukan ketimbang merugi total.

    Selain cabai merah besar, harga bawang merah juga dikatakan murah. Per kilogramnya bawang merah hasil panen petani hanya laku di kisaran Rp 10-14 ribu.

    Petani bisa dapat untung jika minimal harga bawang merah Rp 20 ribu per kilogramnya. “Kalau harganya kurang dari Rp 15 ribu itu sudah rugi bagi petani. Apalagi cuaca seperti sekarang yang menderung cenderung berkabut yang membuat pemeliharaan lebih susah. Bawang jadi gampang rusak,” ujarnya.

    Berbeda dengan cabai, petani masih bisa menyimpan hasil panen bawang merahnya di gudang sebelum dijual. Tetapi tidak bisa lama-lama. Maksimal 20 hari. “Kalau lebih dari itu sudah tidak bagus. Kering,” imbuhnya. (Dayu Swasrina/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleMasih Tinggi, Kasus COVID-19 Nasional Bertambah di Atas 6.000
    Next Article Makna kota dan angka di balik nama mobil
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.