Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Masih Anjlok, Penjualan Garam Amed Akibat Pandemi Covid-19
    Ekonomi

    Masih Anjlok, Penjualan Garam Amed Akibat Pandemi Covid-19

    June 2, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Masih Anjlok, Penjualan Garam Amed Akibat Pandemi Covid-19 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Masih Anjlok, Penjualan Garam Amed Akibat Pandemi Covid-19 2
    Stop–Petani garam Amad. Penjualan garam anjlok membuat petani menyetop produksi sementara karena stok garam masih menumpuk. (BP/Nan)

    AMLAPURA, BALIPOST.com – Akibat pandemi Covid-19 yang sampai saat ini melanda, membuat penjualan garam yang dihasilkan petani masih anjlok. Kondisi ini sudah terjadi sejak munculnya pandemi Maret 2020 lalu.

    Ketua MPIG Gram Bali, I Nengah Suanda, Rabu (2/6)mengungkapkan, kalau sejak pandemi melanda Maret 2020 lalu sampai saat ini penjualan garam Amed masih anjlok. Hal itu menyusul tidak dibukanya pariwisata. Mengingat, selama ini penjualan garam Amed ini menyasar hotel dan restaurant.

    “Setahun, petani garam hanya mampu jual sekitar 1.000 kilogram atau 1 ton. Jumlah itu turun dibanding sebelum pandemi, yang capai 3 – 5 ton. Karena pemesanan dari Jakarta, Jawa Barat, hingga Tanggerang juga mengalami penurunan,” ucapnya.

    Suanda, menambahkan, saat ini sejumlah hotel mulai memesan garam. Hanya saja, jumlahnya tidak terlalu banyak, yakni satu sampai tiga kilogram perbulannya. Atas kondisi itu, membuat pasokan garam Amed di Kelompok MPIG numpuk. “Saat ini stok garam yang ada mencapai sekitar puluhan ton digudang. Stok garam yang ada merupakan produksi dari tahun 2019. Saat ini, proses produksi dihentikan sementara,” katanya.

    Dia berharap, pariwisata pariwisata Bali segera dibuka sehingga pe jualan garam kembali meningkat karena hotel dan restauran pasti kembali buka untuk menerima kunjungan wisatawan. “Semoga saja, secepatnya pariwisata dibuka,” harapnya. (Eka Prananda/Balipost).

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleProtes Tarif Retribusi, Pedagang Ruko Pasar Banyuasri Datangi DPRD Buleleng
    Next Article Selama Mei 2021, BMKG Mencatat 161 Kali Gempa Bumi di NTT
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.