Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Penggunaan Listrik Menurun Karena Pariwisata Terpuruk, PLN Sasar Pertanian
    Ekonomi

    Penggunaan Listrik Menurun Karena Pariwisata Terpuruk, PLN Sasar Pertanian

    June 25, 2021No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Penggunaan Listrik Menurun Karena Pariwisata Terpuruk, PLN Sasar Pertanian 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Penggunaan Listrik Menurun Karena Pariwisata Terpuruk, PLN Sasar Pertanian 2
    MUP3 PLN Bali Timur Andre Pratama Djatmiko (kanan), saat ditemui di Desa Nyalian, Kecamatan Banjarangkan, Jumat (25/6). (BP/Gik)

    SEMARAPURA, BALIPOST.com – Terpuruknya pariwisata Bali, juga berimbas terhadap PLN, sebagai penyuplai kebutuhan listrik pada akomodasi pariwisata. Penggunaan listrik turun dari awalnya beban puncak PLN, khususnya di Nusa Penida, rata-rata mencapai 10.000 Kwh turun menjadi 5.100 Kwh. Namun, PLN tetap berinovasi menyasar peluang lainnya yang masih bisa digarap. Seperti menyasar kerjasama pertanian dan perkebunan.

    Manajer Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (MUP3) PLN Bali Timur, Andre Pratama Djatmiko, Jumat (25/6) mengatakan Program Agriculture ini sebagai salah satu terobosan PLN, guna menangkap peluang lain agar tidak bergantung pada pariwisata. Konsep ini, kata dia, sudah berjalan cukup baik di daerah Songan, Kintamani, Bangli. Khususnya kepada para petani bawang, yang sebelumnya menggunakan genset untuk pompa saat menyiram dan memberikan pupuk. Sekarang sudah bisa langsung pakai listrik.

    Program Agriculture ini punya banyak kelebihan. Selain lebih irit, juga tidak ada polusi. Baik polusi udara atau polusi suara. Bahkan, konsep ini tidak hanya dipakai untuk pertanian saja. Tetapi juga dalam berkebunan. Misalnya dalam penggunaan alat sprinkler. “Kalau terkait perkebunan, ada juga programnya Smart Farming. Berkebun dengan memanfaatkan listrik. Misalnya, dalam pemberdayaan tanaman buah naga, petani bisa menggunakan lampu penerangan agar produksi buahnya lebih cepat tumbuh, dari awalnya musiman sekarang menjadi konsisten panen setiap bulan sepanjang tahun,” katanya.

    Manajer PLN ULP Klungkung Komang Tria, menambahkan konsep-konsep kerjasama PLN dalam pengembangan pertanian dan perkebunan akan menjadi arah pengembangan PLN saat ini. Sebab, di tengah pandemi COVID-19, sangat sulit mengandalkan pariwisata yang nasibnya semakin tak menentu. Konsep-konsep ini rencananya akan dikembangkan di Klungkung, khususnya di Nusa Penida. “Saya sudah komunikasi dengan sejumlah warga setempat. Kayak tempat tambak ikan, dulu sekarang pakai genset, sekarang sudah pakai listrik. Jauh lebih murah,” katanya.

    Salah satu programnya nanti, adalah dalam pembuatan garam. Klungkung punya sejumlah setra pembuatan garam yang melibatkan petani lokal setempat, seperti di Desa Kusamba. Ia mengaku sedang melakukan penjajakan dengan pihak petani dan Universitas Warmadewa dalam pembuatan garam berbasis listrik. Demikian juga di Watu Klotok, dulu disana ada petani buah naga yang memanfaatkan lampu untuk penyerbukan, merangsang pohonnya agar segera berbuah. Peluang-peluang seperti itu akan dikejar PLN untuk memanfaatkan listrik dalam konsep kerjasama.

    “Ada juga slip padi, sekarang sudah pakai listrik. Beban operasionalnya turun sampai 50 persen. Hanya saja kendalanya modal kadang tidak punya. Tetapi, kami bisa bantu untuk mendapatkan kredit lunak,” tegasnya.

    PLN ke depan juga akan berinovasi pada life style masyarakat. Artinya, gaya hidup masyarakat perlahan akan menggunakan listrik sebagai opsi untuk lebih murah. Seperti kompor listrik, mobil dan motor listrik yang saat ini sedang viral dan ragam peluang lainnya yang bisa dikembangkan untuk PLN. Demikian juga dalam penggunaan PLN Mobile, baik dalam mengajukan permohonan baru, perubahan daya hingga beli listrik. Ini akan terus dimatangkan sebagai sebuah opsi yang jauh lebih menguntungkan masyarakat dan mengurangi beban energi yang selama ini dihasilkan dari fosil. (Bagiarta/Balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePuluhan Koperasi di Buleleng Tidak Aktif
    Next Article Pertamina rangkul BUMD perluas akses energi bagi masyarakat
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.