Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»International»Lawan Varian Delta, Vaksin Buatan China Disebut Kurang Efektif
    International

    Lawan Varian Delta, Vaksin Buatan China Disebut Kurang Efektif

    June 25, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Lawan Varian Delta, Vaksin Buatan China Disebut Kurang Efektif 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Lawan Varian Delta, Vaksin Buatan China Disebut Kurang Efektif 2
    Ilustrasi. (BP/tomik)

    BEIJING, BALIPOST.com – Vaksin buatan China, dua di antaranya, disebut kurang efektif dalam melawan varian Delta. Peneliti China, Feng Zijian, menyebutkan antibodi yang dihasilkan oleh dua vaksin COVID-19 itu kurang efektif melawan varian Delta dibandingkan varian lainnya.

    Namun, dikutip dari Kantor Berita Antara, Feng menyebut vaksin tersebut masih memberikan perlindungan. Peneliti sekaligus mantan wakil direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit China, tidak memaparkan penjelasan lebih lanjut.

    Varian COVID-19 Delta, yang mulanya muncul di India, menjadi varian dominan di seluruh dunia dengan penularannya yang tinggi, seperti yang diperingatkan kepala ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pekan lalu.

    Tanpa menyebut nama kedua vaksin yang dimaksud, Feng mengatakan vaksin-vaksin itu masuk kategori vaksin nonaktif, yang mengandung virus corona “mati” dan tidak dapat melakukan replikasi pada sel manusia.

    Lima dari tujuh vaksin buatan lokal dalam skema vaksinasi massal China merupakan vaksin nonaktif. Jenis itu mencakup vaksin produksi Sinovac Biotech dan Sinopharm yang digunakan di berbagai negara, seperti Brazil, Bahrain, dan Chile.

    Varian Delta menyebabkan kemunculan kasus di tiga kota di Provinsi Guangdong, kata pejabat. Di sana, total 170 pasien terkonfirmasi setempat dilaporkan antara 21 Mei-21 Juni.

    Belum diketahui pasti berapa banyak dari mereka yang tertular varian Delta.

    Sekitar 85 persen dari kasus Guangdong dalam wabah terbaru ditemukan di ibu kota provinsi, Guangzhou.

    “Dalam wabah Guangdong … tidak ada satu pun dari kasus yang sudah divaksin menjadi parah, dan tidak ada kasus parah pada yang divaksin,” kata Feng. (kmb/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleMunas Jalan Terus, Kadin Sultra Terus Lakukan Persiapan
    Next Article Taiwan Perketat Perbatasan, PPLN dari Indonesia dan 4 Negara Lainnya Wajib Karantina 14 Hari
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Flotilla Gaza Kembali Jadi Sorotan Dunia Usai Dicegat Israel (Ilustrasi/AI)

    Flotilla Gaza Kembali Jadi Sorotan Dunia Usai Dicegat Israel

    May 26, 2026
    Kuwait Masuk Pusaran Ketegangan AS dan Iran (Ilustrasi/AI)

    Kuwait Masuk Pusaran Ketegangan AS dan Iran, Ini Pemicunya

    May 8, 2026
    Senjata Nuklir Masih Jadi Sorotan di Konflik AS-Iran (Ilustrasi/AI)

    Senjata Nuklir Masih Jadi Sorotan di Konflik AS-Iran

    April 24, 2026
    Selat Malaka Lebih Strategis dari Selat Hormuz (Ilustrasi/AI)

    Selat Malaka Lebih Strategis dari Selat Hormuz, Benarkah?

    April 9, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri
    • Cara Pakai Aplikasi Cek Bansos Kemensos 2026 Terbaru untuk Lihat PKH dan BPNT
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.