Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Imbas PPKM Darurat, Ekonomi Kuartal III Terancam Tertekan
    Ekonomi

    Imbas PPKM Darurat, Ekonomi Kuartal III Terancam Tertekan

    July 11, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Imbas PPKM Darurat, Ekonomi Kuartal III Terancam Tertekan 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat berpotensi menekan perekonomian tanah air. Kebijakan tersebut bisa berdampak pada pertumbuhan ekonomi kuartal III tahun ini.

    Anggota Komisi XI DPR Anis Byarwati menilai pemerintah lamban menangani pandemi Covid-19. Itu tecermin dari data Kemenkes bahwa vaksinasi dosis pertama masih berjalan 19,9 persen dari total target 181.554.465 orang. Sementara itu, vaksinasi dosis kedua baru mencapai 8,2 persen.

    Dia mengatakan, banyak kebijakan pemerintah yang kurang terintegrasi. Ditambah, lemahnya koordinasi antara pusat dan daerah. ’’Bisa dilihat dari pertambahan pasien positif mencapai 35 ribu lebih kasus per hari,” kata Anis kemarin (10/7).

    Menurut Anis, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat akan berdampak pada ekonomi kuartal III 2021. Sebab, ruang gerak publik semakin terbatas. Aktivitas ekonomi ikut terhambat. Politikus PKS tersebut mendesak pemerintah segera menyalurkan bantuan sosial, baik tunai maupun nontunai, kepada masyarakat miskin dan rentan miskin. ’’Jika tidak, situasi ini akan berdampak lebih serius bagi Indonesia. Kita akan terus terjebak sebagai lower middle income country,” katanya.

    Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menyebutkan, perubahan suku bunga kredit tidak berpengaruh besar terhadap permintaan kredit pada situasi pandemi saat ini. Sebab, ada masalah struktural di pasar. Sektor-sektor yang terdampak langsung belum membutuhkan kredit modal kerja. Apalagi investasi. Misalnya, sektor manufaktur yang belum beroperasi 100 persen. Begitu pula sektor pariwisata yang mengandalkan turis asing.

    ’’Ini luar biasa dampaknya. Okupansi hotel masih rendah. Untuk perusahaan penerbangan, penumpangnya belum banyak. Restoran belum banyak pengunjungnya. Sektor transportasi seperti rental mobil yang biasanya disewa turis mancanegara sekarang sepi,” bebernya.


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePPKM Darurat, Tren Produksi Ikan Tangkap Alami Peningkatan
    Next Article Jadi Penyanyi, Amanda Caesa Ingin Coba Tiga Bidang
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.