Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Lifestyle»Menghadapi Anak Keras Kepala, Minimalkan Emosi dan Sikap Represif
    Lifestyle

    Menghadapi Anak Keras Kepala, Minimalkan Emosi dan Sikap Represif

    July 18, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Menghadapi Anak Keras Kepala, Minimalkan Emosi dan Sikap Represif 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    PUSING tujuh keliling nggak bunda ketika anak dikasih tahu, tapi ngeyel atau keras kepala? Beragam cara sudah dilakukan, sayangnya hasil nihil. Psikolog anak Asteria R. Saroinsong mengatakan, anak cenderung penuh ekspresi. Orang tua perlu memahami kondisi terlebih dulu. Karena itu, emosional hingga bersikap represif perlu diminimalkan.

    —

    ADA tiga pertanyaan dari para ibu yang sempat mengalami fenomena buah hati keras kepala. Berikut obrolan Jawa Pos dengan Asteria, psikolog sekaligus wakil ketua Yayasan Advokasi dan Sadar Autisme Surabaya.

    Bagaimana sikap orang tua ketika si kakak sedang keras kepala dan tanpa disadari si adik melihat, lalu merekam tingkah kakaknya?

    Saat anak sedang keras dengan kemauan atau pendapatnya dan diekspresikan dengan cara yang tidak tepat, misal, berteriak hingga membanting barang-barang, orang tua punya tugas untuk mengedukasi anak.

    Pertama, tenangkan anak dulu. Kedua, setelah tenang, tanyakan perasaan anak apa yang dirasakan. Ketiga, apa yang anak pikirkan tentang hal yang membuatnya tidak nyaman. Saat anak menceritakan, orang tua harus mendengarkan sampai tuntas. Tunjukkan dengan mendengarkan sungguh-sungguh. Tidak sambil lalu.

    Apabila ada yang tidak jelas, orang tua bisa bertanya untuk mengonfirmasi apa persepsi anak dan orang tua. Setelah tahu perasaannya, masalahnya, dan cara berpikirnya, baru orang tua memberi tahu anak.

    Apa saja yang perlu diberitahukan? Tentang permasalahannya, apa yang harus anak lakukan ketika menghadapi permasalahan itu? Kemudian, ajarkan bagaimana mengenali perasaanya dan ajarkan cara menyampaikan pendapat atau argumennya yang tepat.


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleSemburan Belerang Berlanjut, Belasan Ton Bangkai Ikan Diangkut dari Danau Batur
    Next Article Kagama Imbau Anggota Waspadai Laju Penularan COVID-19 Varian Baru
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru (Ilustrasi)

    SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?

    June 3, 2026
    Cuti bersama Idul Adha 2026 berapa hari (ILustrasi/AI)

    Cuti Bersama Idul Adha 2026 Berapa Hari, Ada Potensi Long Weekend?

    May 25, 2026
    Haji Gratis dari Kerajaan Arab Saudi 2026 (Ilustrasi/Ai)

    Haji Gratis dari Kerajaan Arab Saudi 2026, Puluhan WNI Dapat Undangan?

    May 20, 2026
    Fenomena Langit Bulan Mei 2026 (Ilustrasi/AI)

    Fenomena Langit Bulan Mei 2026 Ada Hujan Meteor hingga Purnama Langka

    May 4, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.