Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Realisasi Anggaran Penanganan COVID-19 di Bali, Ada Hampir 50 Persen hingga 0 Persen
    Ekonomi

    Realisasi Anggaran Penanganan COVID-19 di Bali, Ada Hampir 50 Persen hingga 0 Persen

    July 29, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Realisasi Anggaran Penanganan COVID-19 di Bali, Ada Hampir 50 Persen hingga 0 Persen 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    akomodasi
    Ilustrasi. (BP/dok)

    DENPASAR, BALIPOST.com – Selain dukungan anggaran dari pemerintah pusat, pemerintah daerah juga mengalokasikan anggarannya dari DAU (Dana Alokasi Umum) dan Dana Bagi Hasil (DBH) untuk penanganan COVID-19. Alokasinya minimal 8 persen.

    Menurut Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Bali, Tri Budhianto, Rabu (28/7), secara keseluruhan, kabupaten/kota di Bali sudah seluruhnya mengalokasikan penanganan COVID-19 dari DAU/DBH. “Dari alokasi DAU atau DBH, pemda diwajibkan untuk mengalokasikan bagi penanganan COVID-19,” jelasnya.

    Dari data, di Provinsi Bali hampir semuanya telah memenuhi ketentuan alokasi yaitu minimal 8 persen. Rata-rata alokasi penanganan COVID-19 di pemda yang ada di Bali yaitu 8,5 persen. “Artinya semua pemda sudah mengalokasikan di APBDnya untuk penanganan COVID-19,” ujarnya.

    Alokasi anggaran dari pemda ini digunakan untuk dukungan vaksinasi, dukungan pada kelurahan dalam rangka penanganan, insentif tenaga kesehatan daerah, belanja kesehatan lainnya, dan kegiatan prioritas. “Realisasinya memang bervariasi di Pemda. Ada yang mendukung pada vaksinasi dengan realisasi 40,95 persen, penanganan COVID-19 realisasinya 49,97 persen, ada juga yang masih 0 persen,” ungkapnya.

    Dari semua pemda di Bali, realisasi penyerapan anggaran untuk penanganan COVID-19 yang terbesar yaitu Kabupaten Jembrana dengan serapan 48,59 persen atau hampir 50 persen. Sedangkan yang terendah adalah Denpasar yaitu 0 persen.

    Sementara alokasi anggaran terbesar penanganan COVID-19 adalah Provinsi Bali sebesar Rp 124,53 miliar. Disusul Buleleng sebesar Rp 71,21 miliar. (Citta Maya/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleDi Badung, Belasan Ribu UMKM Terima BPUM
    Next Article LG selesaikan kesepakatan penjualan saham dengan Magna
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.