Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Lewat Pinjaman Modal, Kerek Produktivitas Pembudidaya di Masa Pandemi
    Ekonomi

    Lewat Pinjaman Modal, Kerek Produktivitas Pembudidaya di Masa Pandemi

    August 14, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Lewat Pinjaman Modal, Kerek Produktivitas Pembudidaya di Masa Pandemi 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berupaya meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha budidaya perikanan di tengah pandemi Covid-19 yang masih menyelimuti. Pendamping Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) Wirdhatul Azizi mengaku, pada awal pandemi, usaha debitur mengalami penurunan.

    “Untuk di awal masa pandemi hampir 50-70 persen, tapi alhamdulillah kalau sekarang sudah stabil kembali,” ujarnya, Rabu (11/8).

    Sepanjang tahun 2021, terdapat sebelas calon debitur di sektor perikanan. Calon debitur selama pandemi banyak berasal dari subsektor perikanan budidaya, mayoritas komoditas ikan Lele. “Debitur terbanyak ada di wilayah Kabupaten Temanggung, lima debitur. Untuk calon debitur saat ini mayoritas dari Kabupaten Magelang,” ucapnya.

    Wirdhatul memaparkan, kendala yang dialami oleh para pelaku sektor perikanan diantaranya ikan yang diproduksi atau dipanen sulit untuk dijual. Namun, setelah tiga bulan awal, pelaku usaha mulai bisa menyesuaikan.

    Lewat Pinjaman Modal, Kerek Produktivitas Pembudidaya di Masa Pandemi 2
    Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berupaya meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha budidaya perikanan di tengah pandemi Covid-19 yang masih menyelimuti. (Dok. KKP)

    “Untuk debitur ikan hias Arwana, di masa pandemi ini justru mengalami kenaikan penjualan karena banyak orang yang mengisi waktu luang dengan memelihara ikan hias,” ungkapnya.

    Sementara itu, untuk ikan konsumsi seperti Nila dan Lele, pemasaran dibantu dengan adanya kerja sama program desa saat pandemi yaitu Program Keluarga Harapan (PKH), dan juga dijual mandiri seperti sebelum pandemi.

    Wirdhatul mengatakan, sosialisasi program selama pandemi mengalami perubahan. Di masa pandemi ini, sosialisasi dilakukan dengan cara kunjungan ke lokasi pelaku usaha dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Kemudian, melalui forum atau pertemuan yang bekerjasama dengan dinas perikanan setempat.

    “Sosialisasi melalui zoom meeting, ataupun telepon dan WA,” imbuhnya.

    Sementara, kemudahan yang ditawarkan kepada calon debitur adalah adanya pendampingan mulai dari awal pengajuan, proses akad dan pencairan, hingga pasca pencairan. Sehingga, diharapkan usaha debitur nantinya berjalan dengan baik, angsuran lancar, dan mengalami perkembangan.

    Adapun syarat untuk menjadi debitur, diantaranya, usaha sudah berjalan 1 tahun, merupakan pelaku usaha perorangan atau kelompok atau binaan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait atau bagian dari program srategis KKP. Bisa juga usaha yang dijalankan merupakan usaha sektor perikanan seperti budidaya, pengolahan, pemasaran, dan sebagainya.

    Secara administrasi, prosesnya agar menyertakan dokumen-dokumen seperti surat keterangan usaha, fotokopi Kartu Keluarga, buku nikah (jika ada), fotokopi NPWP, fotokopi jaminan, dan dokumen lainnya yang diperlukan. Perlu diperhatikan, calon debitur tidak sedang menikmati program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

    “Dokumen-dokumen tersebut akan disusun menjadi proposal dibantu oleh pendamping bersama dengan dokumen pendukung lain seperti keterangan kapasitas usaha, laporan keuangan, Rencana Anggaran Biaya (RAB), dan lainnya,” pungkasnya.

    Editor : Edy Pramana

    Reporter : ARM, Romys Binekasri


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleSultan Bakal Gandeng BSI untuk Majukan UMKM di Yogyakarta – KRJOGJA
    Next Article Menko Luhut Minta Provinsi Bali Tingkatkan 3T
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.