Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Varian Delta Hambat Kebangkitan Ekonomi Negara Berkembang di Asia
    Ekonomi

    Varian Delta Hambat Kebangkitan Ekonomi Negara Berkembang di Asia

    September 22, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Varian Delta Hambat Kebangkitan Ekonomi Negara Berkembang di Asia 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Varian Delta Hambat Kebangkitan Ekonomi Negara Berkembang di Asia 2
    Ilustrasi. (BP/Antara)

    MANILA, BALIPOST.com – Kebangkitan ekonomi negara-negara berkembang Asia tahun ini dapat terhambat oleh penyebaran cepat varian Delta Virus Corona. Demikian dikatakan Bank Pembangunan Asia (ADB), Rabu (22/9).

    Dikutip dari Kantor Berita Antara, pertumbuhan negara-negara berkembang Asia, yang mengelompokkan 46 negara di Asia-Pasifik, diproyeksikan mencapai 7,1 persen tahun ini, kata ADB dalam pembaruan laporan Asia Development Outlook-nya, turun dari perkiraan 7,2 persen pada Juli dan 7,3 persen pada April.

    Meskipun melihat sedikit penurunan, perkiraan pertumbuhan tahun ini adalah perubahan arah dari kontraksi 0,1 persen di kawasan itu tahun lalu. Untuk tahun 2022, ADB mempertahankan perkiraan pertumbuhan 5,4 persen untuk negara-negara berkembang Asia.

    Proyeksi pertumbuhan bukan tanpa risiko, kata ADB, mengingat ancaman yang ditimbulkan oleh munculnya varian baru Virus Corona, peluncuran vaksin yang lebih lambat dari perkiraan, dan berkurangnya efektivitas vaksin.

    Wilayah ini telah mengimunisasi hampir 30 persen dari populasinya pada akhir Agustus, kata ADB, tertinggal dari negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan di Uni Eropa, yang telah memvaksinasi penuh lebih dari setengah populasi mereka.

    “Negara-negara berkembang Asia tetap rentan terhadap pandemi COVID-19, karena varian baru memicu wabah, yang mengarah pada pembatasan baru pada mobilitas di beberapa negara,” kata Pejabat Kepala Ekonom ADB Joseph Zveglich dalam sebuah pernyataan.

    ADB mengatakan jalur pemulihan di kawasan itu tetap tidak merata mengingat berbagai tingkat kemajuan negara-negara dalam mengatasi pandemi.

    China berada di jalur untuk tumbuh 8,1 persen tahun ini, dengan laju ekspansi diproyeksikan melambat menjadi 5,5 persen tahun depan, kata ADB.

    Abdul Abiad, Direktur Divisi Penelitian Makroekonomi ADB, mencatat dalam sebuah media briefing bahwa masalah utang pengembang properti China Evergrande, yang telah mengguncang pasar global, “memerlukan pemantauan yang cermat.”

    “Perumahan adalah komponen penting dari ekonomi China. Jika sektor properti terkena dampaknya, itu bisa berdampak pada ekonomi China secara lebih luas,” kata Abiad.

    Tetapi jika gagal bayar, Abiad mengatakan penyangga modal sistem perbankan China “cukup kuat untuk menyerap kejutan bahkan dari ukuran Evergrande”.

    ADB juga mempertahankan prospek pertumbuhannya untuk India pada 10,0 persen tahun ini dan 7,5 persen tahun depan.

    Wabah baru varian Delta berdampak pada ekonomi Asia Tenggara, dengan kawasan ini sekarang diproyeksikan tumbuh lebih lambat 3,1 persen tahun ini dari perkiraan Juli ADB sebesar 4,0 persen, dengan Myanmar yang dilanda perselisihan menderita penurunan lebih dalam 18,4 persen.

    Langkah-langkah kebijakan seharusnya tidak hanya fokus pada penahanan dan vaksinasi, tetapi reorientasi sektor ekonomi untuk beradaptasi dengan normal baru setelah pandemi mereda untuk memulai pemulihan, kata Zveglich. (kmb/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleTak Menghargai, Pemilik 4 Zodiak Ini Sering Remehkan Pendapat Orang
    Next Article Honda targetkan jual 70.000 Prologue listrik di AS mulai 2024
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.