Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Ikuti Perkembangan Tren, Bukalapak Perkuat Lini Bisnis E-Procurement
    Ekonomi

    Ikuti Perkembangan Tren, Bukalapak Perkuat Lini Bisnis E-Procurement

    October 27, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Ikuti Perkembangan Tren, Bukalapak Perkuat Lini Bisnis E-Procurement 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) terus mendorong penguatan bisnis melalui lini bisnis e-procurement. Pihaknya memperkirakan bisnis pengadaan barang dan jasa digital untuk korporasi dan pemerintah diperkirakan tumbuh pesat ke depan, seiring dengan tren pemanfaatan e-procurement.

    CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin mengatakan, bentuk penguatan bisnis tersebut dengan mengajak pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk bergabung menjadi penyedia barang dan jasa. BukaPengadaan sendiri sangat tergantung dengan kondisi ekonomi dalam beberapa hari terakhir sehingga terdampak.

    “Kami melihat dengan pemulihan ekonomi, peluangnya bisnis ini besar ke depan,” ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (27/10).

    Dalam kesempatan yang sama, Direktur BukaPengadaan Hita Supranjaya menyebutkan, sejak 2016 sudah sebanyak lebih dari 1.800 pelanggan business to business (B2B) dan business to government (B2G) yang bermitra dengan e-procurement.

    Kemudian, pada 2020, BukaPengadaan telah melakukan lebih dari 400 transaksi kepada pelanggan, lebih dari 5.500 transaksi kepada vendor, lebih dari 6.000 pesanan pembelian, sebanyak 15.000 produk yang terjual, dan terdapat rata-rata 180 juta pesanan pembelian dari pelanggan.

    Ia menyebut, bisnis B2B bisa menjadi 50 persen dari total bisnis digital yang ada di Indonesia, dibandingkan posisi saat ini masih 25 persen. Sisanya 75 persen dikuasai B2C. Tapi dalam lima tahun ke depan, bisnis B2B dan B2Cakan sama porsinya kisaran 50 persen.

    Editor : Edy Pramana

    Reporter : Romys Binekasri


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePositif Covid-19 Tambah 719 Orang dalam Sehari, Meninggal 29 Jiwa
    Next Article Novel Pertanyakan Sikap Pimpinan KPK yang Rapat di Hotel Mewah
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.