Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»‘BLANGKON’ Menembus Desa dan Memberdayakan Pelaku Usaha – KRJOGJA
    Ekonomi

    ‘BLANGKON’ Menembus Desa dan Memberdayakan Pelaku Usaha – KRJOGJA

    October 27, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    ‘BLANGKON’ Menembus Desa dan Memberdayakan Pelaku Usaha – KRJOGJA 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    YOGYA, KRJOGJA.com – Salah satu upaya menumbuhkan desa sebagai pusat pertumbuhan adalah melalui optimalisasi semangat enterpreneur spirit pada wilayah pedesaan. Melalui, konsep desa preneur, Pemda DIY berusaha menumbuhkan perekonomian skala pedesaan melalui pengembangan potensi lokal. Desa Preneur sendiri pada dasarnya, merupakan desa yang memiliki kemampuan menumbuhkan unit-unit usaha skala desa, yang diusahakan warga desa itu sendiri melalui penguatan pengetahuan dan keterampilan berwirausaha, peningkatan mutu produk atau jasa, nilai tambah dan daya saing. Tujuannya meningkatkan perekonomian desa dan tercapainya kesejahteraan hidup warga.

    Desa Preneur sudah dijalankan Pemda DIY melalui Dinas Koperasi dan UKM sejak 2016 dengan berbagai model pendekatan pada berbagai desa atau kalurahan.  Mulai 2021, terdapat tambahan model pendekatan tambahan yaitu BLANGKON yang dijalankan Satoeasa Untuk Indonesia, melalui konseptornya yang bernama Imam Syafii. Ia merupakan salah satu tokoh muda yang intens dalam pendampingan UMKM dan pernah berkiprah sebagai pendamping UMKM di Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Dinas Koperasi UKM DIY.

    Blangkon sendiri merupakan tutup kepala yang dibuat dari kain batik dan digunakan kaum pria sebagai bagian dari pakaian tradisional Jawa. Dalam konteks program pengembangan desa preneur model pendampingan bisnis produk unggulan lokal melalui konsep Blangkon, entitas usaha di desa dalam hal ini pelaku UMKM merupakan jagad alit yang harus mampu menunjukan eksistensinya dan mampu bersaing ke jagad besar (pasar global).

    Menurut Imam,untuk mewujudkan produk lokal desa agar mampu bersaing di tataran global tentu dibutuhkan upaya bersama secara komunal. “Baik para pelaku usaha langsung yang ada di desa, pemerintah desa, BUMDES, Koperasi, komunitas lokal desa, maupun stakeholder berkepentingan yang ada,” terang Imam.

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleHampir separuh konsumen Indonesia tertarik beli mobil listrik
    Next Article Minat Aset Berisiko Turun, Picu Pelemahan Rupiah Hari Ini
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.