Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Boleh Ikuti Perkembangan, tapi Jangan Banyak Menari di Gendang Orang
    Ekonomi

    Boleh Ikuti Perkembangan, tapi Jangan Banyak Menari di Gendang Orang

    October 27, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Boleh Ikuti Perkembangan, tapi Jangan Banyak Menari di Gendang Orang 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Kementerian Investasi turut menyoroti krisis energi yang memaksa beberapa negara yang selama ini mendorong penggunaan energi baru terbarukan, kembali menggunakan energi fosil.

    “Mereka sekarang, negara-negara yang katanya nggak boleh pakai batu bara, nggak boleh pakai fosil sekarang mereka krisis energi, bikin lagi batu bara,” kata Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers virtual, Rabu (27/10).

    Bahlil mengaku, saat ini Indonesia juga mendukung dan mendorong energi yang ramah lingkungan. Bahkan telah berkomitmen untuk mewujudkan nol emisi karbon (net zero emission/NZE) selambat-lambatnya di 2060.

    Namun, sebaiknya jangan terlalu banyak mengikuti seruan banyak negara di dunia. Sebab, Indonesia merupakan negara yang berdaulat. Meski demikian, Bahlil juga setuju terkait konsep global tentang green energy.

    “Jadi kita ini sebenarnya boleh mengikuti perkembangan dunia tapi jangan terlalu banyak kita menari di gendang orang. Kita tidak boleh banyak menari di gendang orang, kenapa? Kita negara yang berdaulat,” tuturnya.

    Bahlil menyebut, sebenarnya terdapat peluang investasi bagi Indonesia terhadap krisis energi yang melanda sejumlah negara. Sebab, Indonesia memiliki energi yang berlimpah, setidaknya di Pulau Jawa.

    Seperti diketahui, krisis energi yang terjadi di sejumlah negara membuat tarif listrik di negara tersebut melonjak. Hal itu berdampak pada biaya produksi menjadi tinggi. Ujungnya harga pokok penjualan (HPP) akan naik di tingkat konsumen.

    “Nah, strategi yang kita bangun adalah energi kita sendiri oversupply sekarang. Kita data dari PLN untuk Jawa-Bali kita oversupply sekitar 2.300 MW, maka ini adalah kesempatan atau ini momentum untuk kita meminta kepada perusahaan-perusahaan yang ada di negara itu segera melakukan relokasi ke Indonesia,” pungkasnya.

    Editor : Edy Pramana

    Reporter : Romys Binekasri


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous Article6 Tips Memilih Klinik Kecantikan yang Terpercaya
    Next Article Gubernur Minta Menteri ESDM Tinjau Izin Tambang PT Inmas Abadi
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.