JawaPos.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan sejumlah langkah dalam mengantisipasi lonjakan pelaku perjalanan jauh selama periode Natal dan Tahun Baru 2022. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi menyebut, Kemenhub telah mempersiapkan opsi pola Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL).
Budi mengungkapkan, pihaknya telah mempersiapkan tiga opsi dengan kementerian dan lembaga terkait terkait yaitu Polri, Kementerian PUPR, termasuk juga dengan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk pengaturan di jalan tol.
“Ketika ada peningkatan volume kendaraan baik di jalan tol maupun jalan nasional, akan ada 3 skema yaitu contraflow, satu arah, atau ganjil genap. Sifatnya situasional tergantung diskresi dari Kepolisian,” kata Budi secara virtual, dikutip Selasa (21/12).
Menurutnya, bagi Pemerintah Daerah (Pemda) diberikan kewenangan untuk memberlakukan MRLL tersebut sesuai daerah kewenangannya, terutama yang memiliki kawasan wisata. Hal itu sesuai dengan Menteri Perhubungan, terkait transportasi logistik di periode Nataru yang diharapkan dapat menjadi dorongan ekonomi di beberapa daerah.
“Untuk itu kami telah berkoordinasi dan kami pada prinsipnya tidak melakukan pembatasan. Namun jika nanti volume lalu lintas terutama di jalan tol menurut penilaian Kepolisian perlu dilakukan MRLL yaitu pengalihan kendaraan truk dari jalan tol ke jalan nasional,” tuturnya.
Dirjen Budi menekankan kembali bahwa kebijakan pengalihan angkutan barang ini sangat situasional tergantung penilaian kondisi yang terjadi di lapangan nantinya.
Selain itu, Ia juga menjelaskan pada saat periode Nataru nanti akan disiapkan sejumlah lokasi untuk tes acak seperti di Jembatan Timbang, Terminal, ataupun rest area.
“Ini nantinya akan disediakan secara gratis oleh Kementerian Perhubungan. Khusus pengemudi kendaraang barang atau logistik dan pembantu pengemudi masih kami sediakan tes antigen gratis di Merak, Bakauheni, Ketapang, Gilimanuk, Padangbai, dan Lembar,” pungkasnya.
Editor : Bintang Pradewo
Reporter : Romys Binekasri
Credit: Source link