Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Harga Cabai Masih di Atas Rp 100 Ribu, IKAPPI: Terjadi Setiap Tahun
    Ekonomi

    Harga Cabai Masih di Atas Rp 100 Ribu, IKAPPI: Terjadi Setiap Tahun

    December 29, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Harga Cabai Masih di Atas Rp 100 Ribu, IKAPPI: Terjadi Setiap Tahun 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Harga kebutuhan pangan pokok hari ini masih melonjak tinggi. Hingga saat ini harga cabai rawit merah belum juga turun dan masih dijual di atas Rp100 ribu per kilogram. Mengutip situs resmi infopangan, harga tertinggi ada di Pasar Tebet Barat seharga Rp135 ribu per kilogram dan terendah seharga Rp 85 ribu per kilogram.

    Kenaikan harga juga terjadi di beberapa pasar lainnya seperti, Pasar Induk Kramat Jati naik Rp1.000 menjadi Rp80.000 per kilogram, Pasar Senen Blok III-VI Rp10.000 menjadi Rp110.000 per kilogram, Pasar Cibubur naik Rp10.000 menjadi Rp100 ribu per kilogram, Pasar Perumnas Klender naik Rp5.000 menjadi Rp100 ribu per kilogram.

    Selanjutnya, Pasar Gondangdia baik Rp5.000 menjadi Rp115.000 per kilogram, Pasar Cempaka Putih naik Rp10.000 menjadi Rp110.000 per kilogram, Pasar Baru Metro naik Rp5.000 menjadi Rp115 ribu per kilogram, dan Pasar Koja Baru naik Rp10.000 menjadi Rp110 ribu per kilogram.

    Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri mengatakan, harga cabai cenderung meningkat setiap tahunnya mengukuti momentum perayaan tahunan seperti Lebaran hingga Natal dan Tahun Baru.

    “Cabai (naik) terjadi tiap tahun. Rp100 ribu lebih tahun lalu dan tahun sebelumnya juga (diatas) Rp100 ribu,” kata Abdullah Mansuri saat dihubungi oleh JawaPos.com, Rabu (29/12).

    Menurutnya, kenaikan harga cabai yang selalu melonjak setiap tahunnya terjadi karena pemerintah tidak memiliki grand design yang baik. Padahal, siklus tersebut berasal dari dua faktor yaitu faktor iklim dan tingkat kebutuhan masyarakat terhadap komoditas cabai.

    Editor : Mohamad Nur Asikin

    Reporter : Romys Binekasri


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleBank BJB Raih 45 Penghargaan Sepanjang 2021
    Next Article Menperin Ajukan Penghapusan PPnBM Khusus Untuk Produk Mobil Rakyat
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.