Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Sudah 3 Pasien Covid-19 Omicron Meninggal Dunia, Gejala Berat di ICU
    News

    Sudah 3 Pasien Covid-19 Omicron Meninggal Dunia, Gejala Berat di ICU

    January 27, 2022No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Sudah 3 Pasien Covid-19 Omicron Meninggal Dunia, Gejala Berat di ICU 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Varian Omicron tetap bisa memicu kematian. Terbukti hingga kini sudah ada 3 kasus kematian Covid-19 akibat varian Omicron. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin membenarkan hal itu. Dan semua kasus kematian karena belum vaksinasi.

    “Ada tiga orang yang meninggal, ini orang orang belum divaksin sama sekali,” kata Menkes Budi dalam konferensi pers virtual, Kamis (22/1).

    Seluruh kematian dialami oleh lansia. Dan semuanya memiliki riwayat penyakit atau komorbid serta di atas 60 tahun.

    “Perlu dipastikan bahwa kita perlu memastikan orang-orang lansia dirawat dengan baik, perlu kita prioritaskan lansia divaksinasi dahulu, dan kalau ada lansia yang komorbid kena (terinfeksi Covid-19) itu diprioritaskan untuk dikirim ke rumah sakit,” katanya.

    Siapa saja ketiga kasus itu?

    Pertama, lansia meninggal 12 Januari 2022. Usia 64 tahun. Meninggal di ICU RS Sari Asih Ciputat dengan gejala berat memiliki riwayat diabetes melitus, gagal jantung, gagal ginjal akut dan belum vaksinasi serta bukan pelaku perjalanan luar negeri.

    Kedua, lansia meninggal 22 Januari 2022. Usia 54 tahun. Meninggal di ICU RSPI Sulianti Saroso dengan gejala berat. Memiliki riwayat diabetes melitus, obesitas, ketoasidodosis diabetik, hipertensi. Sudah vaksin dua dosis dan baru pulang dari Belanda.

    Ketiga, pasien lansia meninggal 20 Januari 2022. Usia 78 tahun. Meninggal di ICU RSJPD Harapan Kita Jakarta dengan gejala sedang. Memiliki riwayat penyakit jantung. Dan sudah booster. Ia juga bukan pelaku perjalanan luar negeri.

    Tak Semua Harus Dirawat

    Menkes Budi menegaskan sebetulnya tidak semua pasien Omicron perlu dirawat. Pasien yang perlu dirawat sebetulnya hanya jika dia memerlukan oksigen.

    “Berdasarkan data itu jumlahnya hanya sekitar 5 sampai 6 persen,” katanya.

    “Sebab Omicron yang tinggi penularannya tapi keparahannya rendah karena sebagian besar adalah OTG atau asimtomatik atau dia sakitnya ringan mungkin hanya pilek-pilek dan batuk. Sebetulnya bisa sembuh tanpa harus dibawa ke rumah sakit,” tuturnya.

    Editor : Bintang Pradewo

    Reporter : Marieska Harya Virdhani


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleBahan Tambang Akan Diekspor Tidak Dalam Bentuk Bahan Mentah
    Next Article Waspada, 10 Kasus Varian Turunan Omicron BA.2 Sudah Masuk Indonesia
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung

    ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung

    July 20, 2026
    cara cek bansos

    Cara Cek Bansos Online 2026 Lewat Website dan Aplikasi Resmi

    July 19, 2026
    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa (Ilustrasi/AI)

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya

    July 14, 2026
    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    July 13, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 12 Tempat Wisata di Malang dengan View Indah + Destinasi Favorit
    • 11 Penyebab Ginjal Rusak, Kebiasaan Nomor 4 Masih Sering Dilakukan
    • 9 Drama Korea Rating Tertinggi Juli 2026, Mana yang Wajib Ditonton?

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.