Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Nilai Rupiah Terhadap Dolar AS Awal Pekan Ini Berpotensi Melemah
    Ekonomi

    Nilai Rupiah Terhadap Dolar AS Awal Pekan Ini Berpotensi Melemah

    February 7, 2022No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Nilai Rupiah Terhadap Dolar AS Awal Pekan Ini Berpotensi Melemah 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Perdagangan nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) awal pekan ini masih berpeluang melemah. Mengutip kurs tengah Bank Indonesia (BI) saat ini rupiah berada di level Rp 14.376 per dolar AS.
    Beberapa Faktor Global Hingga Penularan Omicron Jadi Katalis Negatif Rupiah Awal Pekan In

    “Nilai tukar rupiah masih berpeluang mendapatkan tekanan hari ini terhadap dolar AS. Rupiah masih berpotensi melemah ke arah 14.400-14.420, dengan potensi support di kisaran 14.350,” kata analis keuangan Ariston Tjendra kepada JawaPos.com, Senin (7/2).

    Ariston menjelaskan, sentimen tekanan terhadap rupiah masih disebabkan oleh kenaikan tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS yang. Sebab, yield tenor 10 tahun sudah kembali menyentuh kisaran 1,9 persen. Level tersebut belum pernah disentuh sejak Januari 2020.

    “Kenaikan yield ini bisa mengindikasikan ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga acuan AS meningkat. Ekspektasi ini bisa mendorong penguatan dolar AS. Naiknya ekspektasi ini berkaitan dengan membaiknya situasi ketenagakerjaan di AS yang dilaporkan di akhir pekan lalu,” jelasnya.

    Selain itu, lanjutnya, ancaman dari kenaikan harga minyak mentah global yang mendekati USD 100 per barel juga menjadi faktor yang membuat rupiah tertekan. “Indonesia bisa mendapatkan dampak negatif dari kenaikan inflasi yang disebabkan kenaikan harga energi,” ucapnya.

    Menurutnya, kenaikan harga minyak mentah juga berdampak kepada penurunan surplus neraca perdagangan karena Indonesia adalah net importir minyak mentah. “Bila neraca perdagangan sampai defisit lagi, rupiah bisa melemah,” imbuhnya.

    Editor : Nurul Adriyana Salbiah

    Reporter : Romys Binekasri


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleSadio Mane Dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Piala Afrika
    Next Article Lotus rilis sketsa mobil sport listrik pertama
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.