Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Sri Mulyani Terus Cermati Lonjakan Utang Negara-Negara Lain
    Ekonomi

    Sri Mulyani Terus Cermati Lonjakan Utang Negara-Negara Lain

    February 10, 2022No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Sri Mulyani Terus Cermati Lonjakan Utang Negara-Negara Lain 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terus memantau perkembangan perekonomian global dan segala bentuk kebijakan yang diambil oleh seluruh negara-negara di dunia untuk mengatasi krisis akibat pandemi Covid-19. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut, dirinya mulai mewaspadai adanya lonjakan utang dari banyak negara.

    Menurutnya, hal itu perlu diwaspadai karena akan berdampak pada perekonomian Indonesia. Utang yang ditarik oleh negara lain rata-rata melonjak sekitar 60 hingga 70 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Bahkan, banyak negara-negara berkembang lainnya yang menarik utang hingga mencapai 90 persen terhadap PDBnya.

    “Ini harus diawasi agar kita bisa jaga ekonomi Indonesia. Jadi tidak terpuruk dan terkendali,” kata Sri Mulyani dalam BRI Microfinance Outlook 2022 secara virtual, Kamis (10/2).

    Sri Mulyani menjelaskan, kebijakan pemerintah suatu negara dalam mengambil langkah berhutang memang sangat wajar. Sebab, dalam menangani biaya pandemi memang membutuhkan dana yang sangat besar. Utang tersebut diutamakan untuk membantu pertahanan ekonomi agar tidak terjadi krisis yang berkepanjangan.

    Indonesia sendiri, kata Sri Mulyani, mulai menurunkan defisit anggaran, dan berharap akan kembali ke batas di bawah 3 persen dari PDB pada 2023 mendatang, sehingga ruang fiskal negara atau APBN dapat sehat kembali.

    “Indonesia tambah 10,8 persen defisitnya, ini besar untuk kita karena debt to PDB rasio mendekati 40 persen. Jadi naik 30 persen sendiri dari level sebelum Covid-19,” ucapnya.

    Editor : Mohamad Nur Asikin

    Reporter : Romys Binekasri


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleBRI Microfinance Outlook 2022: UMi Dorong Pemulihan Ekonomi Nasional
    Next Article Jokowi Berpesan Tak Berkiblat pada Clickbait
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.