Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Lifestyle»Wacana Penundaan Pemilu Dinilai Tidak Rasional
    Lifestyle

    Wacana Penundaan Pemilu Dinilai Tidak Rasional

    February 28, 2022No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Wacana Penundaan Pemilu Dinilai Tidak Rasional 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    INDOPOS.CO.ID – Wacana penundaan pemilihan umum (Pemilu) 2024 yang disampaikan elit partai politik (parpol) dalam hal ini Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan dan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dinilai tidak jelas argumentasi dan latar belakangnya.

    “Saya mengikuti wacana penundaan pemilu itu di media. Mereka menggunakan argumentasi dampak pandemi Covid-19 dengan alasan ekonomi. Kita akan kupas satu per satu alasan itu untuk melihat apakah argumentasi yang mereka gunakan berdasar dan rasional atau tidak,” kata pakar komunikasi politik (komunikolog) dari Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing, kepada INDOPOS.CO.ID, Senin (28/2/2022).

    Ia menegaskan, kalau menggunakan alasan pandemi Covid-19 untuk menunda pemilu, sangat tidak masuk akal karena kondisi Covid-19 saat ini sudah terkendali. Tidak hanya itu, kata Emrus, pandemi Covid-19 dialami oleh semua negara di dunia sehingga tidak berdasar untuk menjadikan pandemi Covid-19 sebagai alasan untuk menunda pemilu.

    “Apakah ada negara di dunia yang menunda pemilu gara-gara pandemi Covid-19? Saya yakin tidak ada,” ucap Emrus.

    Dia mengatakan, kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia sudah mulai secara perlahan akan bergeser ke endemik. Itu artinya, pemerintah Indonesia berhasil mengendalikan pandemi Covid-19.

    “Di tengah melandainya kasus Covid-19, lalu muncul wacana penundaan pemilu. Bukankah dampak dari Covid-19 sudah terkendali? Saya kira wacana penundaan pemilu itu tidak rasional,” ujar Emrus.

    Kemudian, kata Emrus, kalau alasan penundaan pemilu karena pemulihan ekonomi, maka harus dijelaskan argumentasinya secara detail.

    “Mereka hanya menyebutkan alasan pemulihan ekonomi tetapi tidak dijelaskan, apakah pertumbuhan ekonomi dua tahun ke depan meningkat signifikan atau tidak. Misalnya, kalau sekarang sekian persen, maka kalau dilakukan penundaan pemilu maka pertumbuhan ekonomi Indonesia akan meningkat menjadi 10 persen. Beranikah mereka mengatakan seperti itu? Saya menilai alasan pemulihan ekonomi juga tidak rasional dan tidak operasional,” tandas Emrus.

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleGandeng Petani Lokal, Ekspor Buah ke Negara dengan Persyaratan Ketat
    Next Article Hal-hal Berikut Perlu Dihindari dalam Seleksi DK OJK
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    outfit nonton konser

    Outfit Nonton Konser yang Stylish dan Cocok untuk Semua Genre

    July 18, 2026
    Cara melacak HP yang hilang dengan email kini lebih mudah (Ilustrasi/AI)

    Begini Cara Melacak HP yang Hilang dengan Email Menggunakan Akun Google

    July 6, 2026
    Cek desil Dinsos untuk bansos 2026 kini banyak dicari masyarakat (Ilustrasi/AI)

    Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya

    June 25, 2026
    Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung (Ilustrasi/AI

    Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung?

    June 24, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 11 Makanan Penurun Gula Darah yang Baik untuk Dikonsumsi
    • Jadwal Survei Lingkungan Belajar 2026 Dimajukan, Dicatat Tanggalnya
    • 12 Tempat Wisata di Malang dengan View Indah + Destinasi Favorit

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.