Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Kepala Bakamla Akui Tunjuk Kader PDI-P Ali Fahmi jadi Stafsus
    News

    Kepala Bakamla Akui Tunjuk Kader PDI-P Ali Fahmi jadi Stafsus

    January 31, 2018No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Kepala Bakamla Akui Tunjuk Kader PDI-P Ali Fahmi jadi Stafsus

    Politisi PDIP, Ali Fahmi

    Jakarta – Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Laksamana Madya Arie Soedewo mengakui mengangkat kader PDIP Ali Fahmi alias Fahmi Habsyi sebagai staf khusus (Stafsus). Ali ditugaskan sebagai narasumber.

    Demikian disampaikan Arie saat bersaksi untuk terdakwa Nofel Hasan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (31/1/2018). Sebagai narasumber, Ali diminta memberi masukan terkait hal-hal di internal Bakamla.

    Menurut Arie, Ali selain itu diharapkan dapat memperluas hubungan Bakamla dengan pihak eksternal. “Untuk menambah jaringan Bakamla agar lebih luas lagi,” kata Arie saat bersaksi.

    Tak berapa lama setelah Ali diangkat, terjadi kasus suap di internal Bakamla. Diduga kasus itu melibatkan Ali dan Arie.‎

    Jaksa dalam persidangan sempat mengonfirmasi, apakah Arie memerintahkan Ali untuk melakukan pendekatan ke anggota DPR terkait pengurusan anggaran Bakamla. Arie menepis hal tersebut.

    Saat bersaksi, Arie juga mengklaim tidak pernah memerintahkan anak buahya untuk menerima uang dari PT Melati Technofo Indonesia. ‎”Saya tidak pernah memerintahkan itu,” ujar Arie.

    Dikatakan Arie, dirinya awalnya mendapat informasi dari Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut, bahwa ada anak buahnya yang menerima uang dari perusahaan rekanan. Kemudian Arie memerintahkan Deputi Informasi, Hukum dan Kerja Sama Badan Keamanan Laut (Bakamla) Eko Susilo Hadi untuk memeriksa kebenaran informasi tersebut. ‎Selain itu, Arie menanyakan langsung kepada Ali.‎

    “Ali Fahmi saya datangi, saya tanya, apa betul dia imingi pejabat saya untuk terima sesuatu. Ali bilang, `Saya enggak tahu, mungkin staf Bapak minta-minta sendiri`,” tandas Arie.‎

    Keterangan Arie itu berbeda dengan keterangan dua mantan anak buahnya yang lebih dulu bersaksi di pengadilan Tipikor Jakarta.

    Dalam persidangan sebelumnya, mantan Direktur Data dan Informasi Bakamla, Laksamana Pertama Bambang Udoyo mengatakan, awalnya dirinya ditunjuk oleh Kepala Bakamla sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) dalam proyek pengadaan satelit monitoring. Padahal, kata Bambang, dirinya sama sekali tidak memiliki kemampuan di bidang pengadaan barang dan jasa.

    Suatu saat, kata Bambang, dipanggil oleh Kepala Bakamla Arie Soedewo. Bambang diberitahu bahwa pekerjaannya cukup berat. Arie mengingatkan ‎Bambang untuk  tidak meminta-minta uang kepada rekanan.

    “Pak Kabakamla bilang, `supaya kamu semangat dan enggak macam-macam, nanti kamu, Eko, Nofel, saya kasih satu-satu (Rp1 miliar). Jadi supaya tidak minta-minta,” tutur Bambang.

    Bambang tak berselang kemudian ditemui oleh kuasa pengguna anggaran, Eko Susilo Hadi. ‎Sesuai perintah Kepala Bakamla, kata Eko, dirinya akan diberikan uang Rp 1 miliar dari rekanan.‎ Diduga uang itu diberikan oleh Muhammad Adami Octa yang berasal dari PT Melati Technofo Indonesia yang merupakan pemenang lelang pengadaan satelit monitoring di Bakamla.

    Keterangan Bambang juga diamini Eko Susilo Hadi yang dihadirkan jaksa sebagai saksi. Kata Eko, Arie memberitahu bahwa ada pembagian fee untuk Bakamla sebesar 7,5 persen dari nilai proyek. ‎Namun, kata Eko, Arie mengungkapkan jika rekanan akan lebih dulu membayarkan fee sebesar dua persen, atau senilai Rp4 miliar.

    TAGS : KPK Bakamla PDIP Ali Fahmi

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/28566/Kepala-Bakamla-Akui-Tunjuk-Kader-PDI-P-Ali-Fahmi-jadi-Stafsus/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleAuditor BPK Ogah Hartanya Diintip KPK
    Next Article Jajaran Direksi Garuda Indonesia Tahu Ada Korupsi Pengadaan Pesawat
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang (Ilustrasi)

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang

    June 5, 2026
    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    June 4, 2026
    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin (Ilustrasi/AI)

    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin

    June 4, 2026
    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri (Instagram)

    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri

    June 2, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.