Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Luhut Paparkan Transformasi Ekonomi Indonesia Pascapandemi Covid-19
    News

    Luhut Paparkan Transformasi Ekonomi Indonesia Pascapandemi Covid-19

    March 11, 2022No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Luhut Paparkan Transformasi Ekonomi Indonesia Pascapandemi Covid-19 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memaparkan transformasi ekonomi Indonesia pascapandemi Covid-19 saat menjadi pembicara pada acara Seri kelima Leaders Talk Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga Surabaya, Jumat (11/3).

    “Perekonomian Indonesia tetap bisa tangguh sekalipun diterpa Covid-19. Selain itu, perekonomian masih sejalan dengan realisasi visi Indonesia menjadi negara maju sebelum 2045,” ujarnya.

    Menurut dia, beberapa faktor dari ketahanan itu adalah tingginya tingkat vaksinasi dan bagaimana Indonesia dapat memanfaatkan dinamika geopolitik untuk kepentingannya.  Faktor kedua, ia sematkan dalam konteks dampak perekonomian global dari konflik Rusia dengan Ukraina

    “Diprediksikan bahwa rata-rata pertambahan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia hingga tahun 2045 adalah 5,8 persen per tahun. Namun, apabila Indonesia dapat menjawab problematika global dengan inovasi yang transformatif, diharapkan Indonesia dapat mencapai PDB rata-rata 7,2 persen per tahun,” ujar Menko Luhut.

    Ia mengungkapkan bahwa Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo berupaya memperluas lingkup industri melalui hilirisasi. Hal ini, kata Luhut, berarti menegaskan Indonesia tidak hanya memproduksi bahan mentah, namun juga memproduksi produk olahan dari bahan baku tersebut.

    Contohnya, sebut Luhut, industri nikel yang menempatkan Indonesia sebagai produsen terbesar sedunia. Hilirisasi industri ini akan memeratakan sentra perekonomian Indonesia agar tidak Jawasentris. “Nanti harapannya dapat memiliki industri baterai dari nikel yang kita produksi dan berguna untuk mobil listrik. Penguasaan industri dari hulu hingga hilir nanti akan memperkecil defisit ekspor Indonesia. Ini juga selaras dengan semangat green energy,” kata Koordinator PPKM Jawa-Bali itu.

    Editor : Dinarsa Kurniawan

    Reporter : Antara


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleVarian Baru Covid-19 Deltacron Ditemukan di Prancis dan AS
    Next Article Luhut Sampaikan Bandara Juanda Diperbolehkan untuk Layani PPLN
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung

    ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung

    July 20, 2026
    cara cek bansos

    Cara Cek Bansos Online 2026 Lewat Website dan Aplikasi Resmi

    July 19, 2026
    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa (Ilustrasi/AI)

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya

    July 14, 2026
    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    July 13, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Jadwal Survei Lingkungan Belajar 2026 Dimajukan, Dicatat Tanggalnya
    • 12 Tempat Wisata di Malang dengan View Indah + Destinasi Favorit
    • 11 Penyebab Ginjal Rusak, Kebiasaan Nomor 4 Masih Sering Dilakukan

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.