Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Tantangan Emisi Karbon Bisa Pengaruhi PDB Indonesia hingga 10 Persen
    Ekonomi

    Tantangan Emisi Karbon Bisa Pengaruhi PDB Indonesia hingga 10 Persen

    May 11, 2022No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Tantangan Emisi Karbon Bisa Pengaruhi PDB Indonesia hingga 10 Persen 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2022 mencapai 5,01 persen secara year on year (yoy). Angka ini lebih baik ketimbang Tiongkok 4,8 persen, Singapura 3,4 persen, Korea Selatan 3,07 persen, Amerika Serikat 4,29 persen, dan Jerman 4,0 persen.

    “Hasil dari 2 tahun penanganan covid, kita tumbuh 5,01 persen secara yoy, ini lebih tinggi ketimbang Tiongkok, AS, kita dibawah Vietnam tipis, ini sudah kita pertahankan pada kuartal keempat (2021),” jelas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam webinar Green Economy Indonesia Summit 2022: The Future Economy of Indonesia, Rabu (11/5).

    Pada kuartal kedua pun diperkirakan pertumbuhan ekonomi akan berada di kisaran angka 3,5 sampai 4 persen. Hal ini dipicu dengan adanya peningkatan mobilitas dan daya beli selama Ramadan serta mudik lebaran 2022.

    “Motor penggerak kita tidak lagi dari belanja pemerintah, tapi ekspor impor serta investasi dari masyarakat. PMI (purchase manager index) juga positif, jadi sektor produksi itu terus melakukan ekspansi,” seru dia.

    Menurutnya, salah satu tantangan kedepan yang harus menjadi perhatikan adalah net zero emission secara global yang disepakati oleh 196 negara dengan bentuk Paris Agreement. Sebab jika tidak, maka produk domestik bruto (PDB) global akan turun hingga 10 persen.

    “Kalau tidak tercapai PDB akan turun 10 persen di mana ASEAN adalah region yang berisiko tinggi, climate economics index Indonesia adalah yang sangat rentan, apalagi masuk musim kemarau, risiko kebakaran hutan mengintip dan perlu diwaspadai,” ujar Airlangga.

    Editor : Nurul Adriyana Salbiah

    Reporter : Saifan Zaking


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleGeely akuisisi saham Renault sebesar 34 persen
    Next Article Presiden Korea Selatan Lakukan Pertemuan Dengan Megawati
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.