Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Surplus di April 2022, RI Catat Rekor Tertinggi Dalam Ekspor Impor
    Ekonomi

    Surplus di April 2022, RI Catat Rekor Tertinggi Dalam Ekspor Impor

    May 18, 2022No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Surplus di April 2022, RI Catat Rekor Tertinggi Dalam Ekspor Impor 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono menuturkan, kinerja neraca perdagangan Indonesia pada April 2022 mencatatkan rekor tertinggi, yakni surplus USD 7,56 miliar. Angka tersebut memecahkan rekor sebelumnya yang terjadi pada Oktober 2021 yang sebesar USD 5,74 miliar.

    Ini juga merupakan surplus ke-24 atau dua tahun secara beruntun yang dibukukan neraca perdagangan domestik. Surplus pada periode ini didorong oleh negara mitra dagang Indonesia.

    “Nilai surplus neraca perdagangan tertinggi sepanjang sejarah ialah pada Oktober 2021 yang pada waktu itu sebesar USD 5,74 miliar. Jadi, surplus kita cukup tinggi dan ini beruntun selama 24 bulan,” ujar dia dalam telekonferensi pers dikutip, Rabu (18/5).

    Adapun, nilai ekspor pada April 2022 tercatat sebesar USD 27,32 miliar atau naik 3,11 persen month to month (mtm) dan secara tahunan naik 47,76 persen year on year (yoy). Sementara nilai impor tercatat USD 19,76 miliar atau turun 10,01 persen mtm, namun secara tahunan masih naik 21,97 persen yoy.

    Disampaikan bahwa negara penyumbang surplus terbesar pada periode ini adalah Amerika Serikat (AS), India dan Filipina. Untuk AS surplus USD 1,6 miliar dengan komoditas penyumbangnya adalah sektor pakaian dan aksesorinya atau rajutan dan alas kaki.

    Lalu, surplus neraca dagang terbesar kedua adalah India, yakni USD 1,5 miliar dengan komoditas penyumbangnya berupa bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan nabati. Kemudian disusul Filipina dengan surplus USD 977,9 juta yang penyebab surplusnya berasal dari bahan bakar mineral, serta kendaraan dan bagiannya.

    Editor : Mohamad Nur Asikin

    Reporter : Saifan Zaking


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous Article2025, Standar Baru Peta Laut Diberlakukan Secara Global
    Next Article Dari Ngaku Dikeroyok di Lapangan Lumintang hingga Belasan Kasus COVID-19 Baru
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.