Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Tarif Listrik di Atas 3.000 VA Bakal Naik, Minim Dampaknya ke APBN
    Ekonomi

    Tarif Listrik di Atas 3.000 VA Bakal Naik, Minim Dampaknya ke APBN

    May 22, 2022No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Tarif Listrik di Atas 3.000 VA Bakal Naik, Minim Dampaknya ke APBN 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Pemerintah berencana menaikkan tarif listrik pelanggan di atas 3.000 VA. Terkait ini, Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan menilai bahwa keputusan tersebut tidak akan terlalu berpengaruh signifikan terhadap pengurangan beban APBN.

    “Menurut saya dengan kenaikan hanya untuk golongan 3.000 ke atas ya, tarif listrik itu kan ada golongan 3.500 VA (R2) sampai dengan 6.600 ke atas (R3). Buat saya sebenarnya tidak terlalu signifikan pengurangan terhadap beban kompensasi yang bisa disimpan,” jelas dia ketika dihubungi JawaPos.com, Minggu (22/5).

    Alasan yang mendukung pernyataan itu adalah karena harga tarif listrik terkini dengan harga keekonomian untuk golongan 3.000 VA ke atas tidak terlalu banyak. Oleh karenanya, itu tidak akan mengurangi biaya subsidi (Rp 59,6 triliun) dan kompensasi (Rp 21,4 triliun) yang diperkirakan sekitar Rp 81 triliun.

    Untuk diketahui, harga tarif listrik untuk Golongan R-2/TR daya 3.500-5.500 VA dan R-3/TR daya 6.600 VA ke atas sebesar Rp 1.444,70 per kWh. Di sisi lain, harga keekonomiannya adalah Rp. 1.533 per kWh atau hanya selisih sekitar Rp 88 per kWh.

    “Tidak terlalu signifikan terhadap belanja kompensasi dalam APBN, karena memang jumlahnya tidak terlalu banyak untuk golongan 3.000 ke atas. Selisih tidak terlalu besar dan jumlahnya tidak terlalu banyak,” tutur dia.

    Adapun, jika pemerintah ingin memotong beban kompensasi di tengah kenaikan harga minyak dunia yang terus meningkat, perlu dilakukan penyesuaian tarif yang tidak hanya menyasar pelanggan rumah golongan 3.000 ke atas, namun juga industri dan bisnis.

    Editor : Mohamad Nur Asikin

    Reporter : Saifan Zaking


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleCerita Sukses UMKM BRI, Bangun “Kampung Kue” Beromzet Puluhan Juta
    Next Article Tak Heran Publik Menduga Negara Dikuasai Oligarki
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.