Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Asing Banyak Incar Startup Lokal, BUMN Diminta Jangan Ketinggalan
    Ekonomi

    Asing Banyak Incar Startup Lokal, BUMN Diminta Jangan Ketinggalan

    June 17, 2022No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Asing Banyak Incar Startup Lokal, BUMN Diminta Jangan Ketinggalan 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Rencana pemerintah mengubah beberapa aturan di industri e-commerce dalam negeri dinilai positif. Adapun, hal ini dilakukan untuk menciptakan kesetaraan perlakuan dan playing field antara bisnis e-commerce asing dan e-commerce lokal.

    Namun, langkah tersebut dinilai tidak cukup, sebab industri digital di Indonesia saat ini masih dikuasai oleh perusahaan modal ventura asing. Investor dalam negeri, baik swasta maupun BUMN, diminta untuk lebih gesit mendukung perusahaan rintisan (startup) dan industri digital dalam negeri.

    Pengamat BUMN dari Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Toto Pranoto mengatakan, saat ini pihak asing, dari perusahaan modal ventura, investor institusi hingga pengelola dana investasi milik pemerintah berlomba-lomba menanamkan investasinya di startup Indonesia. “Mereka yakin dengan model dan prospek bisnis startup lokal sehingga berani mengucurkan investasi yang tidak sedikit,” ungkap dia, Jumat (17/6).

    Menurutnya, sebagian besar investor di balik startup lokal dengan valuasi besar atau berstatus unicorn merupakan perusahaan raksasa asing. Sebut saja, Softbank yang paling rajin mengucurkan investasi dalam jumlah besar.

    Selain itu ada Alibaba, Temasek, hingga korporasi besar Amerika Serikat seperti Google dan Facebook juga ikut masuk di perusahaan-perusahaan startup yang ada di Indonesia. “Pasarnya ada di sini, tapi sayang investornya dari luar,” ujar Toto.

    Oleh karena itu, perusahaan BUMN sebagai perusahaan milik negara harus mengambil peran dalam membesarkan startup lokal. Jangan sampai perusahaan BUMN kalah gesit dibandingkan investor asing dalam berinvestasi ke startup lokal.

    “Jika perusahaan BUMN tidak mau ambil peran tersebut, maka unicorn baru yang akan muncul di Indonesia akan di-backup oleh capital venture asing karena tidak ada modal ventura lokal yang mendukungnya,” terangnya.

    Menurutnya, investasi BUMN ke startup lokal merupakan bentuk keberpihakan negara melalui Kementerian BUMN dan perusahaan BUMN untuk membesarkan startup lokal. Perusahaan BUMN punya kepentingan dalam proses pembinaan startup lokal.

    Sebagai negara dengan populasi besar, Indonesia memiliki potensi pasar yang sangat besar. Hal itulah yang sebenarnya mendorong banyak startup asing yang berekspansi ke Indonesia. “Jangan sampai pasar Indonesia justru dikuasai startup asing. Sebaliknya, unicorn kita harus didukung agar bisa berekspansi ke luar negeri. Sehingga Indonesia tidak hanya menjadi sekadar pasar,” tegas Toto.

    Ia merasa bahwa pemerintah sebetulnya sudah menyadari hal ini. Maka dari itu, Kementerian BUMN membentuk konsorsium Merah Putih Fund yang melibatkan empat perusahaan BUMN, yakni Bank Mandiri, Bank BRI, Telkom, dan Bank BRI.

    Melalui Merah Putih Fund tersebut, perusahaan BUMN diharapkan bisa menggunakan sebagian alokasi dana di perusahaan modal ventura mereka untuk membiayai startup lokal. Yang jelas, kata dia, perusahaan BUMN jangan sampai ketinggalan dibanding global venture capital dalam mengembangkan startup lokal.

    Jika perlu, perusahaan modal ventura nasional lainnya ikut mendukung karena dana BUMN terbatas. Jika ada perusahaan swasta yang mendirikan aliansi di luar Merah Putih Fund, tentu akan lebih baik. “Kepentinganya tentu saja sebagai negara dengan populasi besar, jangan sampai Indonesia hanya menjadi negara konsumen saja,” jelas Toto.

    Ditegaskan olehnya, investasi ke startup lokal oleh perusahaan lokal perlu terus didorong, agar tidak kalah dari modal ventura asing. “Kalau tidak, nanti kita akan repot karena semua dikuasai oleh modal ventura asing,” pungkas dia.

    Editor : Mohamad Nur Asikin

    Reporter : Saifan Zaking


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleSuzuki Auto Value buka program tukar tambah All New Ertiga Hybrid
    Next Article Waspada Penipuan, BRI Imbau Masyarakat Lebih Berhati-hati – KRJOGJA
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.