Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»International»ADB Pangkas Perkiraan Pertumbuhan Negara Berkembang di Asia
    International

    ADB Pangkas Perkiraan Pertumbuhan Negara Berkembang di Asia

    July 21, 2022No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    ADB Pangkas Perkiraan Pertumbuhan Negara Berkembang di Asia 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    ADB Pangkas Perkiraan Pertumbuhan Negara Berkembang di Asia 2
    Ilustrasi Kantor pusat Asian Development Bank (ADB) di Filipina. (BP/Antara)

    MANILA, BALIPOST.com – Bank Pembangunan Asia (ADB) memangkas perkiraan pertumbuhan negara-negara berkembang Asia untuk 2022 pada Kamis (21/7) menjadi 4,6 persen dari 5,2 persen. Pemangkasan ini disebabkan memburuknya prospek ekonomi karena ketegangan geopolitik, pengetatan moneter yang lebih agresif di negara-negara maju, dan pandemi COVID-19.

    Dikutip dari Kantor Berita Antara, dalam suplemen untuk Asian Development Outlook 2022, publikasi ekonomi tahunan unggulan bank, ADB juga memangkas perkiraan pertumbuhan 2023 untuk negara berkembang Asia menjadi 5,2 persen dari 5,3 persen. Bank yang berbasis di Manila memangkas perkiraan pertumbuhan 2022 untuk Asia Timur dari 4,7 persen menjadi 3,8 persen; perkiraan pertumbuhan Asia Selatan diturunkan dari 7,0 persen menjadi 6,5 persen untuk 2022 dan dari 7,4 persen menjadi 7,1 persen untuk 2023.

    Perkiraan 2022 untuk Asia Tenggara sedikit ditingkatkan dari 4,9 persen menjadi 5,0 persen karena permintaan domestik diuntungkan dari pencabutan pembatasan mobilitas COVID-19 yang berkelanjutan dan pembukaan kembali perbatasan di beberapa ekonomi di sub-kawasan tersebut.

    Prospek pertumbuhan Kaukasus dan Asia Tengah dinaikkan dari 3,6 persen menjadi 3,8 persen untuk 2022 dan dari 4,0 persen menjadi 4,1 persen untuk 2023. Prospek pertumbuhan tahun ini untuk Pasifik direvisi dari 3,9 persen menjadi 4,7 persen.

    Prakiraan inflasi untuk negara berkembang Asia dinaikkan dari 3,7 persen menjadi 4,2 persen untuk 2022 dan dari 3,1 persen menjadi 3,5 persen untuk 2023 karena harga bahan bakar dan pangan yang lebih tinggi.

    Namun, ADB mengatakan tekanan inflasi di kawasan itu “lebih rendah daripada di tempat lain di dunia.”

    ADB menambahkan gangguan pasokan dan meningkatnya sanksi yang dikenakan pada Rusia telah meningkatkan harga-harga komoditas global dan tetap lebih tinggi dari level yang sudah meningkat pada 2021, yang menyebabkan peningkatan tekanan inflasi di banyak ekonomi regional. (kmb/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleGerakkan Ekonomi Bali, Potensi UMKM Perlu Dimaksimalkan
    Next Article Presiden Diminta Batalkan Rencana Kenaikan Harga Tiket TN Komodo
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Israel bom Lebanon kembali menjadi perhatian dunia setelah serangan terbaru (Ilustrasi/AI)

    Israel Bom Lebanon Hari Ini, Apa Penyebab Serangan Terbaru?

    July 9, 2026
    Starbucks Jadi Perbincangan Gegara Promosi yang Bikin Orang Kesal (Ilustrasi/AI)

    Starbucks Jadi Perbincangan Gegara Promosi yang Bikin Orang Kesal

    June 17, 2026
    Flotilla Gaza Kembali Jadi Sorotan Dunia Usai Dicegat Israel (Ilustrasi/AI)

    Flotilla Gaza Kembali Jadi Sorotan Dunia Usai Dicegat Israel

    May 26, 2026
    Kuwait Masuk Pusaran Ketegangan AS dan Iran (Ilustrasi/AI)

    Kuwait Masuk Pusaran Ketegangan AS dan Iran, Ini Pemicunya

    May 8, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 11 Makanan Penurun Gula Darah yang Baik untuk Dikonsumsi
    • Jadwal Survei Lingkungan Belajar 2026 Dimajukan, Dicatat Tanggalnya
    • 12 Tempat Wisata di Malang dengan View Indah + Destinasi Favorit

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.