Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Dibayangi Kondisi Global, Pasar Domestik Industri Tekstil Perlu Diproteksi – KRJOGJA
    Ekonomi

    Dibayangi Kondisi Global, Pasar Domestik Industri Tekstil Perlu Diproteksi – KRJOGJA

    August 29, 2022No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Dibayangi Kondisi Global, Pasar Domestik Industri Tekstil Perlu Diproteksi – KRJOGJA 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    YOGYA, KRJOGJA.com – Industri tekstil atau garmen di DIY tengah mengandalkan pasar domestik atau lokal saat ini. Untuk itu, pemerintah diminta memproteksi pasar lokal tersebut di tengah ketidakpastian kondisi global yang telah menekan pasar ekspor. Termasuk adanya rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dipastikan akan memukul dan memberatkan baik pelaku usaha maupun masyarakat sendiri.

    Ketua Badan Pengurus Provinsi (BPP) Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) DIY Iwan Susanto mengatakan pasar domestik industri garmen di DIY sangat bagus dan bergairah setelah momentum Idul Fitri. Namun sayangnya, industri garmen di DIY masih dibayang-bayangi oleh kondisi global dimana berpengaruh terhadap pasar ekspor yang sangat jelek sekali alias menurun.

    “Seperti yang dikatakan Presiden Joko Widodo kita akan menghadapi masa-masa penuh tantangan, otomatis kenaikan harga BBM tidak bisa dihindari. Pemerintah harus menjalankan langkah yang pahit, tetapi memang kita dunia usaha harus siap-siap karena daya beli masyarakat sudah menurun, sedangkan market sebetulnya sedang bergairah,” katanya di Yogyakarta, Senin (29/8/2022).

    Iwan menyampaikan Indonesia sendiri dibandingkan dengan negara-negara lain termasuk cukup baik, hanya saja perlu dijaga dan dimaintaince kedepannya. Disisi lain, pelaku usaha tetap optimis tetapi tetap harus hati-hati karena dampak global akan luar biasa kali ini terutama pada pasar ekspor yang mulai terjadi penurunan hingga pembatalan order.

    ” Pemerintah harus menjaga pasar domestik industri tekstil saat ini apalagi menjelang pesta demokrasi atau Pemilu yang biasanya cukup mengangkat permintaan. Jadi harus dijaga market domestik karena negara-negara lain banyak yang mencoba masuk ke Indonesia. Bahkan impor-impor kini banyak masuk dan membanjiri Indonesia” tandasnya.
    Menurut Iwan, meski market domestik kondisinya masih bagus dan peluang juga cukup bagus saat ini, namun tantangannya adalah kondisi global. Lemparan stok dari negara-negara terdampak pastinya akan besar sekali sehingga pemerintah harus betul-betul menjaga hal tersebut dengan konsisten jika tidak bisa hancur semua industrinya juga.

    ” Seperti diketahui Bangladesh adalah eksportir terbesar kedua setelah China dan mayoritas pasti pergi ke Amerika dan Eropa. Mereka ingin sebanyak 162 HS garmen di buka, jika ini terjadi maka harus dicermati terutama yang ilegal -ilegal. Keduanya akan memberikan dampak yang luar biasa bagi kita,” ungkapnya.

    Lebih lanjut, Iwan menyebut pelaku usaha yang tidak sanggup ya akhirnya alih profesi. Untuk itu, pemerintah harus turun tangan dan menjaga semuanya karena permasalahan ekspor yang kompleks dan market domestik perlu benar-benar diperhatikan.Asosiasi sendiri ini melihat bahwa Indonesia mempunyai peluang yang kuat mengembangkan industri industri tekstil sehingga harus dipetakan untuk industri tekstil di DIY dan ekspor yang mengandalkan bahan baku dari impor sebanyak 80-90% harus pelan-pelan replace dengan produksi lokal.

    Selain itu, investasi asing juga terlihat sudah masuk. Namun, pihaknya mengharapkan terjadi transfer knowledge dengan pengusaha lokal. “Inilah yang pemerintah harus perhatikan, agar pengusaha lokal bisa berkembang sesuai dengan kompetensinya dan tidak tersingkirkan oleh pengusaha asing.Tidak mudah jika BBM naik karena semuanya pasti terpukul. Jika pemerintah bisa memberikan terobosan untuk kompensasi dari kenaikan harga BBM seperti kemudahan berusaha dan sebagainya. Tetapi sayangnya kondisi cukup pelik, makanya semua harus tetap waspada dan mengencangkan ikat pinggang masih-masih agar bisa bertahan”pungkasnya.(Ira)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleMedina Zein Mulai Beradaptasi dengan Lingkungan Rutan Pondok Bambu
    Next Article Wuling Almas RS dan kompetisi medium SUV di bawah Rp400 juta
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • KPop Demon Hunters Sukses Menarik Perhatian di 2026
    • Starbucks Jadi Perbincangan Gegara Promosi yang Bikin Orang Kesal
    • Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan? Ini Kata Ulama
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.